close

Soloensis “Trabas Timur”

warning 1
warning 2

Sabtu, (29/11) Soloensis berjalan ke Jawa Timur dengan spirit ‘Trabas Timur’. Kota Malang jadi tujuan. Tidak lain tidak bukan, tempat suci yang sekarang sering dikunjungi, Houtendhand menjadi kiblat perjamuan. Beerhouse dengan gaya klasik minimalis ini sekali lagi menjadi saksi. Sebelumnya band-band besar sempat singgah disini. Aroma minuman yang wangi, bercampur dengan semangat yang terbakar hebat, jadi satu di ruang sempit Houtenhand.

Perjalanan ini merupakan sebuah tur promo album perdana mereka. Kali ini hanya kota Malang yang jadi destinasi. Sambutan hangat oleh teman-teman yang sama-sama bernaung di agama Rock N Roll menjadi sangat berarti.

Indiego Blues, tuan rumah yang membuka malam ini dengan bahagia. Lewat empat karya yang dibawakan, mereka menegaskan bahwa malam ini akan berwarna biru. Selanjutnya ada The Beat On Repeat. Lima pemuda ini memaksa audiens bergoyang. Rock N Roll ala Beat On Repeat berkali-kali melahirkan stage diving ala Iggy Pop. Saat itu pula alkohol mengalir jernih ke tiap kerongkongan para pemujanya.

Line up dalam tur Trabas Timur kali ini menampilkan Indiego Blues, The Beat On Repeat, dan sang pemilik bahagia, Soloensis. Tapi malam itu, setelah stage diving dan musik mulai berhenti, celetukan audiens memanggil nama salah satu band asal Malang. The Pronks yang tampak hadir dengan personil lengkap diminta untuk turut membahagiakan para pemuja.

Membawakan tiga karya, The Pronks sukses memenuhi permintaan massa. Selesainya penampilan The Pronks berarti telah tiba waktunya Soloensis untuk pamer bahagia. Puluhan orang yang penasaran khidmat menghadap ‘kiblat’. Hadir tanpa Janu sang bassis tidak membuat mereka kehilangan aura jahat. Malam itu Sandi Alim menggantikan posisinya.

Mulailah Soloensis berteriak. Rock N Roll Syndrome menguji gairah penonton. Ternyata ya! Semua mengangguk, mulai berjingkat, hingga melompat.

Lantai mulai basah terkena cairan surgawi. Soloensis terus menunjukkan taji. “Kid’s Words When They Taste Smoke” menjadi yang kedua. Crowd terus memuncak, bahkan lebih dari sebelumnya. Buktinya, pada lagu “Youth” sing along terdengar memantul keras di tiap dinding beerhouse yang digadang-gadang CBGB-nya kota Malang ini.

Pesan dari Isyak sang vokalis tiap memulai lagu diamini audiens. Setelah “Youth” ada “Brand” dan “Tak Lagi Sejati”. Lagi-lagi birahi dipuaskan dengan teriak bersama di lagu “Tak Lagi Sejati”. Single dalam album self title ini menghipnotis pemujanya.

Kejutan belum berakhir, tur untuk promo album perdana mereka ini disisipi oleh karya anyar. “Sederhana Saja” menjadi bukti bahwa mereka sudah mulai berproses lagi. Pernah didengungkan oleh Isyak bahwa mereka akan beralih ke bahasa Indonesia ternyata terbukti. Materi bertema menyoal hidup dan perspektif terhadap masalah masih membalut karya ini. Komposisi dan aransemen yang semakin berbobot terdengar ironi dengan tajuk sederhana. Influens baru mungkin mempengaruhi. Benar-benar membuat penasaran, lagi.

Soloensis semakin ‘kurang ajar’. Tidak peduli keringat dan nafas yang tersengal, mereka mengajak audiens untuk menuju ‘god spot’ lewat Back In Black (ACDC). Niat kolaborasi dengan Alvin Ardian (Scootled) pun digugurkan banyak pihak. Semua merebut pengeras suara dan bernyanyi bersama.

Riuhnya sambutan tur ini sangat berkesan. Malang yang terkenal dengan ramainya gigs terbukti malam itu. Rencana untuk singgah ke kota lain pun disusun. Yogyakarta dan Pulau Bali masuk dalam daftar destinasi. Tur promo album self title Soloensis ini juga bekerjasama dengan brand Sinkink Pride serta Bourgeois Pomade. [Nugraha Sandy]

warning 1

Event by                      : Soloensis, Houtenhand Public House

Venue                          : Houtenhand Public House

Date                            : 29/11/2014

Man Of The Match     : Crowd dan Cairan surgawi yang membasahi lantai

Rating                         : ****

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response