close

Sound of Ska #5 : Bersulang dan Berdansa Kembali

Sentimental Moods (2)
Shaggy Dog (1)
Shaggydog © Warningmagz

Photos : [WARN!NG / Yudha Baskoro]

 

[yasr_overall_rating size=”medium”]

 

Induk bala ska nasional, Shaggydog kembali menggaet deretan kolektif ska untuk menyuarakan dan meramaikan aliran musik muktabar Jamaika tersebut lewat label rekamannya, Doggyhouse Records via Doggyhouse Production. Sound of Ska terhitung sudah empat kali dihelat sebelumnya (1998, 2000, 2002, 2012). Pun kembali perhelatan kelimanya, atau Sound of Ska #5 kali ini tak hanya menjunjung lestari seni, namun juga penggalangan dana demi kelangsungan berbagai satwa domestik di Yogyakarta.

Pertunjukan yang berlangsung pada Sabtu (1/8) malam di Jogja National Museum itu tak hanya menampilkan band-band pengusung musik khazanah The Skatalalies, Hepcat atau The Specials yang berasal dari Yogyakarta (Shaggydog, Apollo 10, Social Hitam Putih, Black Sky). Selain Sentimental Moods yang didatangkan dari ibukota, ada juga The Mobster dari Solo atau Ska Banton yang menempuh perjalanan 10 jam dari Surabaya.

Tak ketinggalan Noin Bullets, band ska lawas yang berasal dari Bandung dan sempat populer di akhir era 90an. Membuka dengan distorsi galak, harus disayangkan adanya momen problema dengan instrumen gitar. Noin Bullets membawakan sekitar empat lagu, seperti “You Know Me”—nomor  dari album perdana, Bebas (1999) dengan aransemen anyar—serta “Kita Bukan Pecundang” yang di versi rekamannya menyajikan kolaborasi dengan Heru Shaggydog.

Dalam konser general lintas-genre, audiens ska memang cenderung mencuri hati karena berperangai lebih ekspresif dan apresiatif. Alhasil, dalam konser ska seutuhnya seperti Sound of Ska #5, dansa semarak adalah sewujud keniscayaan. Terutama pada performa Apollo 10 yang laksana membangun upaya marginalisasi arena konser terhadap sosok-sosok yang enggan bergoyang. Nomor “J.R.S.C” yang laris manis diminta audiens pun jadi jawara penonton malam itu.

Apollo 10 (2)
Apollo 10 © Warningmagz

Syahdan, tampil berikutnya adalah sang empunya acara, Shaggydog. Kolektif yang bertanggung jawab bukan hanya atas gelaran Sound of Ska, namun juga sepak terjang hampir seluruh band ska nasional yang masih berkiprah kini tersebut membuka dengan lagu “Jalan-Jalan”. Melanjutkan keriuhan Apollo 10, Heru (vokal) tampil lebih enerjik dari biasanya. Selain “Ditato” dan “Kembali Berdansa”, mereka juga menyuguhkan bocoran materi dari album anyar yang berumur jeda enam tahun. Lagu bertajuk “Kere Hore” itu terendus aroma komposisi khas Shaggydog-nya: catchy dan punya sensibilitas ‘jalanan’.

Satu botol anggur kolesom mahsyur—yang sengatnya sudah hilir mudik sejak awal acara—terangkat tinggi oleh Heru guna mengesahkan nomor penutup, “Di Sayidan”: “Di Sayidan, Di Jalanan, angkat sekali lagi gelasmu kawan”. Hanya dengan singkatnya total lima lagu, Shaggydog memproklamasikan tata nikmat ska: dansa, tato, dan air kedamaian.

Peralihan okupasi panggung Shaggydog ke band selanjutnya, Sentimental Moods menandai transisi aktor ska nasional berjarak satu dekade. Melihat apa yang ditawarkan Sentimental Moods, transisi itu tak sekedar beda energi dan masa. Unit ska dengan personil delapan orang tersebut memang menyajikan kebaruan, baik di Sound of Ska#5 maupun di belantika. Selintas seperti Tokyo Ska Paradise Orchestra, format instrumentalis yang mengedepankan kuartet alat musik tiup—nampak seperti ansambel—diusung dengan performa yang matang.

Sentimental Moods (4)
Sentimental Moods © Warningmagz

Bersama bebunyian beat-beat lincah dan komikal, Sentimental Moods membawakan lagu-lagu seperti “Sepasang Mata Bola” dan  “Payung Fantasi” karangan Ismail Marzuki. Ada juga beberapa gimmick semisal alunan colongan melodi “Suwe Ora Jamu” atau semacam mimbar yang dipajang di depan pemain saksofon dan terompet. Kendati tidak menumbuhkan keenerjikan penonton laiknya dua penampil sebelumnya, tak dapat ditampik atmosfir keterpanaan penonton yang terundang lain. Hingga gelaran Sound of Ska kelima—dari  Noin Bullets dan Shaggydog hingga Sentimental Moods—dilaporkan ska masih akan berumur panjang bung! [WARN!NG/ Soni Triantoro]                                                                    

Event by : Doggyhouse Production

Date : 1 Agustus 2015

Venue : Jogja National Museum

Man of The Match : Tak ada yang hilang dari transisi performa Apollo 10 dan Shaggydog yang menuai hentak dengan performa magis Sentimental Moods

The Ska Banton (2)
The Ska Banton © Warningmagz

 

Noin Bullet (2)
Noin Bullet © Warningmagz
Black Sky (1)
Black Sky © Warningmagz

 

 

 

 

Social Hitam Putih (1)
Social Hitam Putih © Warningmagz

 

 

 

The Mobster (2)
The Mobster © Warningmagz
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.