close

Soundvolution : Taji Musisi Lokal dalam Kolaborasi

_MG_2486
Kolaborasi © Warning

Kolaborasi dari Death Vomit, Captain Jack, Something Wrong, dan Erwe menjadi senjata pamungkas Soundvolution 2013 malam itu (7/6). Event yang diselenggarakan oleh Fakultas Pertambangan UPN ini memang terlihat sepi karena bertabrakan dengan pertandingan yang dilakoni Timnas Indonesia. Kendati begitu, konser ini tetap menjadi wadah bagi para fans fanatik untuk ber-headbang-ria

Pukul 19.00, tiga band mulai menghangatkan panggung yang terletak di sisi barat Kridosono. Pocahonthas, DropD dan Ancaman Kota secara beruntun mengundang para penonton untuk berkumpul dan menyegarkan pendengarannya.

Kini panggung diambil alih Erwe, sebuah band ska asli Jogja mencoba mengajak penonton berdansa dengan lagu-lagunya seperti  “Gadis Malam” dan “Ring of Fire”. Namun sayangnya banyak penonton memilih untuk pasif. Hingga lagu “Let’s Join, Let’s Sing and Dance” pun,  mereka masih asyik duduk bergerombol dengan  kelompok masing-masing. Hanya beberapa orang saja yang merapat ke depan.

Selanjutnya Something Wrong membuka penampilannya dengan dentuman drum yang cepat dan padat dalam nomor “Pecah Ndase”. Animo penonton meningkat sejak awal penampilan. Barisan penonton berkaus hitam mulai memadati barisan depan. Moshpit pun terbentuk secara alamiah di tengah kerumunan penonton, hingga kepalan tinju dan tendangan pun beterbangan.

Dedengkot hardcore Yogyakarta ini kemudian menghantam gendang telinga  dengan 12 lagu beruntun. “Disaster Man Made”, “Erase All Label” dan “Get off My Back” dibawakan dalam tempo yang cepat dan menguras energi. Kucing, sang vokalis, mengajak penggemarnya untuk bereriak dan misuh bersama dengan lagu-lagu dari album ketiga mereka,  Nesu! , yang seluruh lagunya menggunakan Bahasa Jawa.

Nomor-nomor andalan seperti “Modaro”, “Pancen Asu”, “Matamu Sempal”, “Wong Jowo” dan “Satpol Keple” dibawakan Kucing dengan begitu atraktif. Ia berlarian menjelajah ke berbagai sudut panggung sambil meneriakkan pisuhan-pisuhan yang mendominasi lirik dari lagu-lagunya. Penampilan apik Something Wrong ditutup dengan lagu andalan mereka “Ra Urusan”.

15 menit kemudian, giliran Captain Jack mengokupasi panggung. Dilihat dari banyaknya Monster Jackers yang datang ,bisa disimpulkan band ini mengambil andil paling banyak dalam mendatangkan massa. Animo penonton pun meningkat berkat peran Monster Jackers. Sejak lagu pembuka “Monster” disusul “Atas Nama Trauma”, ” Musuhku Dalam Cermin” dan “Siapa Aku”, sing along dari Monster Jackers tak kunjung putus.

Lantunan “Tak Ada yang Datang”, “Kupu-Kupu Baja”, “Tak Ada Klaim Atas Aku” dan “Bukan Urusanmu” mengiringi loncatan dan kepalan tangan Jackers yang tak kunjung lelah. Di tengah performance, Momo sang vokalis sempat berkata,”Ada media diluar sana yang bilang band-band lokal Jogja udah mulai pudar, angkat jari tengah untuk mereka! Kami masih ada untuk kalian!” pungkas Momo. Kemudian, Captain Jack pun menutup aksinya dengan nomor “Berbeda Adalah Pilihan”.

Walaupun sebagian besar Jackers memutuskan pulang setelah Captain Jack turun panggung, Death Vomit sebagai band penutup tetap menyalurkan aura death-metal nya dengan sangat baik. Moshpit yang agak lengang menjadi ruang untuk ber-pogo-ria. Lampu sengaja dibuat redup pada lagu pembuka, dentuman double pedal  yang padat dan bertenaga benar-benar menghentak keramaian. Growl dari Roy mengiringi headbang para penggemarnya.  Beberapa lagu cover dan lagu mereka sendiri pun dibawakan dengan aura gelap yang kuat. “Anthem To Hate” pun dimainkan dengan aura yang sama sebagai lagu penutup.

Kolaborasi dari empat headline digadang sebagai pamungkas dari acara ini. Dengan menyanyikan lagu “Seek and Destroy” dari Metallica, kolaborasi antara Momo Captain Jack (vokal & gitar) Kucing (Vokal), Trex  (Gitar), Sutik (Bass) -ketiganya dari Something Wrong- Roy Death Vomith (Drum) serta Wowok Erwe (Vokal) menjadi penutup yang garang. Ketika ditemui di belakang panggung Momo menyampaikan,” Harus ada event kayak gini , kolaborasi seperti ini, musisi itu selalu lengket karena musik, apapun genrenya”

“Walaupun agak sepi karena tabrakan sama pertandingan bola di TV, acaranya asyik kok, penontonnya juga asyik,” ujar Kucing di penghujung acara. [Bahar Rabbani / Warning ]

 

Event By : Fakultas Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta

Date : 07 Juni 2013

Venue : Stadion Kridosono

Man Of The Match : Kolaborasi musisi multi-genre Yogyakarta

Rating : •••

 

Something Wrong © Warning
Something Wrong © Warning

Foto konser ini bisa dilihat di -> Soundvolution

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.