close

[Movie Review] Southpaw

southpaw
southpaw
southpaw

Director : Antoine Fuqua
Cast        : Jake Gyllenhaal, Forest Whitaker, Rachel McAdams
Durasi    : 123 menit
Studio     : Wanda Pictues, Escape Artists, Fuqua Films

Dari semua olah raga yang ada, tinju merupakan satu yang terhitung cukup sering diangkat ke layar lebar. Entah apa alasan tepatnya. Mungkin karena tinju adalah olah raga yang paling menelanjangi hasrat manusia. Ada energi yang begitu murni dan liar dari dasar keinginan manusia di setiap ganasnya pukulan. Bagi orang awam, tinju tidak memiliki kemajuan yang berarti sepanjang sejarahnya. Misalnya kita bandingkan dengan sepak bola, tidak ada dobrakan inovatif dalam meramu taktik. Tidak ada pula gaya bermain yang mengakar menjadi tradisi seperti catenaccio atau total football. Namun, kejujuran dalam pertandingan tinju begitu terlihat. Tinju benar-benar menyajikan manusia dalam bentuk terpolosnya. Dua orang memberikan seluruh fisik dan energinya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tinju, bisa dibilang merupakan olah raga yang paling personal.

Namun, dari setiap darah dan keringat yang mengalir deras, selalu ada kearifan. Tak jarang para atlet tinju memiliki dorongan yang kuat dari orang-orang yang mereka kasihi. Sama seperti realitas, terkadang untuk menginginkan sesuatu, berarti Anda harus menghabisi semua yang menghalangi. Bagi Antoine Fuqua, kerasnya tinju menjadi satu-astunya cara untuk menunjukkan cinta kepada orang-orang terdekat. Itulah inti Southpaw, sebuah surat cinta dalam kepalan tangan.
Perkenalkan seorang Billy Hope (Jake Gyllenhaal), seorang petinju profesional yang telah memiliki segalanya. Ketenaran, harta, dan reputasi. Ia merengkuhnya dengan satu-satunya cara yang ia tahu. Masuk ring dan habisi lawan dengan pukulan bertubi-tubi. Duduk di pinggir ring adalah istrinya Maureen (Rachel McAdams). Wanita yang datang dari latar belakang sama dengan Hope. Sebelum namanya meroket, hanya Maureen yang ia miliki dalam hidupnya. Di rumah, anak mereka, Leila (Oona Laurence), menunggu kabar baik dari bapaknya yang datang dengan muka penuh lebam dan luka.

Di atas ring, Billy Hope adalah manifestasi kebuasan alamiah. Ketika lawannya memukul, ia kan membalasnya dengan lebih keras. Billy Hope bermodalkan amarah yang tak terkendali. Memasang badan dengan tegar dan kuat hingga memprovokasi lawan sudah menjadi gayanya. Tapi setelah bel akhir ditentingkan, Anda bisa melihat sisi lain Billy Hope yang begitu berbeda. Anda melihat seorang pria yang tidak mengetahui banyak hal. Seorang laki-laki yang tidak kukuh dalam bersikap dan pemalu. Beruntunglah selalu ada Maureen yang bisa diandalkan. Wajar setelah Maureen meninggal secara tiba-tiba, Billy Hope kehilangan segalanya. Namun, setelah turun tahta dan meresap kearifan Tick Wills (Forest Whitaker), seorang pelatih tinju amatir, Hope kembali ke atas ring sebagai makhluk berbeda. Lebih tenang dan penuh deterninasi.

Southpaw adalah kisah klasik tentang tokoh yang memiliki segalanya dan hilang begitu saja karena dirinya sendiri. Hanya dengan introspeksi diri yang lebih dalam ia bisa mendapatkan sesuaru yang lebih berharga. Anda bisa membandingkan Southpaw dengan film sejenis lainnya seperti Rocky atau Raging Bull. Jika dilihat, tidak akan ada perbedaan yang berarti dalam Southpaw. Sama seperti olah raganya, film yang mengangkat tinju memang tidak memiliki perbedaan yang kasat mata. Tetapi, sebagaimana yang ditulis di atas, tinju memiliki nilai kejujuran yang tidak bisa dibandingkan dengan olah raga lainnya.

Meski tidak memiliki banyak intrik dalam plotnya, Southpaw tetap setia dengan kejujuran tersebut. Tak jarang Anda akan melihat karakter-karakter yang tidak memliki rasa. Seakan mereka ada hanya untuk membantu, bahkan menghiasi, alur utamanya. Namun, lewat Southpaw, Anda diajak naik ke atas ring dan mengetahui bagaimana pahitnya sebuah pukulan lewat sinematografinya yang kinetis. Anda bisa merasakan pahitnya nasib ketika Billy Hope dihabisi oleh nasib hingga memilih untuk mengakhiri hidupnya. Southpaw memang bukan film terbaik, bahkan jika dibandingkan dengan film tinju lainnya. Meski demikian, Southpaw masih memberikan perlawanan keras untuk mencuri perhatian penontonnya.[WARN!NG/Kevin Muhammad]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.