close

Sylvarum Gahara Luncurkan Single Perdana “Furbizia”

Processed with VSCO with x1 preset
Sylvarum Gahara
Sylvarum Gahara

Sejak terbentuk pada Agustus 2015 silam, Slyvarum Gahara yang selama ini mengusung psych-rock alternative lewat padanan eksperimental, akhirnya merilis single perdana yang diberi titel “Furbizia”.  “Furbizia” bercerita tentang persaingan hidup manusia pada tatanan sosial yang diwarnai dengan kelicikan dan tipu daya. Akan tetapi pada dimensi lain, setiap insan tentu memiliki itikad untuk selalu berbuat baik dan benar. Dari dua kutub berlawanan itulah, akhirnya yang membuat setiap manusia mesti berdamai dengan dirinya sendiri sebelum menghadapi dunia beserta isi-isisnya.

Sylvarum Gahara sebagai sebuah unit yang lahir di kota kembang dikenal memiliki karya musik dengan distorsi kotor beserta dengungan reverb yang tinggi sekaligus dibalutan bass nan bulat sekaligus kontan. Dentuman teknik drum yang dijadikan latar mampu dikemas dengan stabil hingga meledak-ledak, ditambah lagi oleh kekuatan daya lengking vocal yang menjadi koridor atas semua instrument yang dimainkan. Semua hal tersebut menjadi sebuah karakter yang coba dijadikan identitas oleh Sylvarum Gahara yang hingga kini digawangi oleh Bobby Agung Prasetyo (gitar & vokal), Muhammad Zulyadri Rakhman (bass & vocal) dan Rizky Ramadhianto (drum).

Nama Sylvarum Gahara terinspirasi dari salah satu buku berjudul Sylva Sylvarum milik Francis Bacon, seorang filsuf asal Inggris yang juga pencetus pemikiran empirisme dalam sains. Kemudian kata “Gahara” diambil dari nama salah satu hutan angker di Jepang yang sering menjadi area bunuh diri, yakni Aokigahara. Filosofi dari nama Sylvarum Gahara tersebut diyakini dapat menggambarkan masing-masing isi kepala personil Silvarum Gahara terhadap gagasannya sendiri, sehingga wajar bila segala kreativitas dan imajinasi tersebut tumpah ke dalam satu karya yang kemudian menciptakan keunikannya tersendiri.

furbizia
furbizia

Single “Furbizia” sendiri telah dirilis pada 4 Juni lalu melalui kanal Soundcloud milik Sylvarum Gahara dan dapat didengarkan disini. Menurut rilis resmi yang diterima WARN!NG, proses penggarapan “Furbizia” memakan waktu sekitar satu bulan lebih, mengingat kesibukan dari setiap personil yang berbeda-beda. Untuk sesi perekaman dilakukan di Red Studio, sementara mixing dan mastering digarap oleh Adhit Android di Infinite-Labs Studio. [WARN!NG/Dadan Ramadhan]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.