close

Tak Serupa Dan Tak Sama

a_MG_4121

Sorakan “Oi! Oi! Oi!”, ayunan lightstick, dance yang enerjik dan lirik-lirik lagu yang disisipi bahasa Jepang menyuara. Bukan, bukan JKT48 yang tampil. Hanya lagu-lagu mereka yang dimainkan. #BingoDIY mengajak para ‘wota’ menikmati suasana lain lagu idola mereka.a_MG_3822

                #BingoDIY Chapter Jogjakarta sukses digelar Sabtu malam (30/11). Amphiteathre TBY sesak dipenuhi massa, gabungan dari penggemar idol grup JKT48 dan mereka yang ingin melihat band kesayangan membawakan lagu JKT48. Saat ditanya Warn!ng, Dito salah satu penonton mengatakan, “Wah bagus, jadi beda gitu lagunya, ada yang jadi aneh. Tapi seru kok acaranya..”. Menampilkan 7 band berbeda genre di panggung, lagu-lagu JKT48 disulap jadi berbeda.

Sebuah dance cover dari JKT48 Jogja Girl FC membuka acara pada pukul 19.30. Penonton yang mayoritas wota langsung heboh menyambut lagu “Heavy Rotation” dengan sorakan dan ayunan lightstick. ViendaBilly kemudian naik ke panggung membawa mood romantis. Lilin-lilin yang menghias panggung menemani 4 nomor JKT48 yang dicover dengan sangat manis. “Sonichi”, “Nagai Hikari”, “River” dan penampilan mereka diakhiri di nomor “Yume No Kawa”.

Setelah ritme musik yang slow, 6 personil WAZA muncul memainkan musik wazaism yang bernuansa fairy nan ceria. Misty, vokalis WAZA muncul dari belakang tribun tanpa memakai alas kaki menari lincah menyanyikan “Hissatsu Teleport”. Penonton bertambah antusias saat JKT48 Jogja Girl FC muncul mengiringi WAZA yang memainkan lagu “Fortune Cookie”.

Giliran Talking Coasty menguasai panggung. Tanpa basa-basi Talking Coasty membawakan 3 nomor. Diawali dengan lagu milik mereka sendiri, Talking Coasty kemudian meng-cover “Sugar Rush” milik AKB48 dan “Heavy Rotation” milik JKT48. Selain memainkan nada-nada swing yang ceria, Talking Coasty juga bermain visual dengan menembakkan proyektor ke 4 personilnya. Lightstick penonton masih tetap berayun-ayun menandakan antusias yang belum surut.

JKT48 Jogja Girl FC tampil lagi sebelum trio ukulele Answer Sheet muncul. “Tenshi no Shippo” membuka penampilan. Genjrengan ukulele yang santai membawa suasana pantai ke lagu-lagu JKT48 yang biasanya enerjik dan sangat ramai. Wafiq Giotama, sang vokalis yang ternyata belum hafal lirik lagu JKT48 sempat meminta bantuan penonton untuk menyanyi di nomor “Hikoukigumo” dan “Ponytail to Shusu”. Sampai disini, tensi acara dibawa naik ke genre yang lebih keras.

Duo Cika dan Pistol Air mengokupasi panggung sambil mengenakan topeng kain merah. Musik electropunk disambut penonton yang berdiri dan ikut menari di panggung. “Rayuan Robocop” mengawali sesi mereka. Cika dan Pistol Air kemudian meng-cover “Baby!Baby!Baby!” dan beberapa lagu lain secara medley. Sebagian penonton kelihatan entah terpana atau heran dengan hasil cover-an Cika dan Pistol Air yang sangat unik. Dance kolektif “Patyl Maut” milik mereka kemudian menyudahi pesta electropunk.

“Futari” rock version kemudian menghentak dibawakan band rock asal Bandung, Woodcabin. Woodcabin lebih banyak membawakan lagu milik mereka sendiri, termasuk nomor “Hipotesa” yang mengakhiri penampilan mereka. Namun Woodcabin membuat Amphiteathre panas, sebab penonton mulai moshing di atas panggung, bahkan di nomor “Kitagawa Kenji” milik AKB48.

Band punk asal Jogja, The Frankenstone yang didaulat menjadi final #BingoDIY muncul pukul 22.30 WIB. Tidak tanggung-tanggung, nomor “Heavy Rotation” JKT48 digabung dengan “Blitzkrieg Bob” milik The Ramones. Membawakan beberapa lagu milik mereka seperti “Spend Away” dan “Rock and Roll Fantasy”, The Frankenstone kemudian menutup penampilan mereka dengan “Aittakata” punk-version yang diiringi gelombang moshing yang lebih liar di panggung.

#BingoDIY menyuguhkan JKT48 dalam versi yang benar-benar berbeda. Penonton yang antusias menimpali para line-up sepanjang acara seolah menjadikan #BingoDIY sebagai pemanasan sebelum menyaksikan konser JKT48 di Jogjakarta, Minggu (1/12). Selain itu, pastilah menjadi sebuah tantangan untuk band-band dari berbagai genre tersebut untuk menampilkan lagu JKT48 versi mereka masing-masing. (Warn!ng/Titah Asmaning)

© Warningmagz
© Warningmagz
© Warningmagz
© Warningmagz

 

© Warningmagz
© Warningmagz
© Warningmagz
© Warningmagz
© Warningmagz
© Warningmagz
© Warningmagz
© Warningmagz
© Warningmagz
© Warningmagz

Event by: Mbahmu Salto

Date: 30 November 2013

Venue: Amphiteathre Taman Budaya Yogyakarta

Man of the match: Penampilan para line-up yang meng-cover JKT48 dalam genre masing-masing

Warning level•••

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response