close

Tebar Kejut Konser Pandai Besi

pandai besi
Pandai Besi
Pandai Besi

Jalinan tentang tidak hadirnya Cholil Mahmud, formasi baru, listrik padam, dan interaksi panggung ‘mengejutkan’ antara Lokananta, Penonton dan Monica Hapsari.

Lokananta bekerjasama dengan The Think mengadakan konser dengan tajuk Pandai Besi di Bulan September (20/09). Acara diawali dengan pemutaran film dokumenter Siar, Daur Baur. Film ini berisi tentang proses kreatif terbentuknya Pandai Besi hingga daur ulang lagu-lagu karya Efek Rumah Kaca (ERK).

Setelah pemutaran usai, dibukalah sesi tanya jawab. Semua personel Pandai Besi duduk santai dihadapan penonton. Jelas sekali terlihat ada yang kurang, Cholil Mahmud. Cholil, sebagaimana ia dikenal sebagai frontman dari ERK dan proyek jenuh mereka, Pandai Besi, malam itu tak hadir. Banyak penonton melontarkan kata ‘sayang’ sebagai tanda sesal.

Pandai Besi juga tampil dengan formasi baru, lead vocal diisi oleh Monica Hapsari dan Hans digantikan oleh David (Clorophyl d’Next Generation) pada gitar. Sempat ditanya perihal formasi, Popy mengaku bahwa Pandai Besi masih bisa menambah jumlah personil tergantung instrumen yang dibutuhkan.

Setelah sesi obrolan selesai, penonton mulai mengalihkan fokus pada panggung. Jeda sekitar setengah jam turut andil dalam mendatangkan masa.

Pandai Besi mulai mengokupasi panggung lewat “Jalang”. Suara Monica Hapsari yang karakternya berbeda dengan Cholil terasa sedang berusaha menguasai seisi ruang pikir penonton. Seakan menegaskan bahwa ia mampu berbaur dengan lagu-lagu Pandai Besi, wanita ini bernyanyi penuh emosi dan mulai merasuk. Ya, usaha yang sulit dirasa, tapi semua mengakui telah di bawah kuasanya.

Berikutnya ada “Melankolia”, “Hujan Jangan Marah”, dan “Debu-Debu Berterbangan” menjadi obat rindu. Pada nomor”Debu-Debu Berterbangan”, seisi studio dikejutkan oleh padamnya listrik, sontak ruangan pun menjadi gelap. Semua instrumen yang menuhankan listrik sudah jelas berubah diam. Hanya sayup suara vokal dan hentakan drum yang masih memberi ketukan. Suasana berubah haru ketika penonton membuat ketukan dari tepukan dan ikut bernyanyi. Emosi penonton yang tergerak untuk ikut membantu sudah berubah istilah, hingga melahirkan chemistry.

Pandai Besi
Pandai Besi

Saat ruangan kembali terang, tercipta suasana kejut lagi. Semua instrumen masih enggan diajak bernyanyi. Monica menjadi sang pencipta ‘kejutan’ berikutnya. Karena keadaan yang demikian, ia mengajak gitaris pengganti Cholil untuk mengiringinya bernyanyi “Insomnia”. Gitar telecaster kuning itu mengiringi tanpa mengeluarkan suara. Setiap orang yang menyaksikan aksi heroik ini mungkin akan benar-benar mengalami insomnia karena dirundung serangkaian ‘kejutan’.

Setelah masing-masing instrumen sudah mau diajak berkompromi, “Di Udara” menjadi nomor berikutnya untuk menempatkan pikiran. Aransemen yang diakui sengaja berseragam gelap, membuat lagu ini tampak lebih memberontak kuat. “Jangan Bakar Buku”, “Laki-Laki Pemalu”, sing along pada lagu “Desember”, hingga nomor penutup, “Menjadi Indonesia” sama-sama mempunyai karakter sendiri tapi tetap berbalut seragam gelap.

Konsep dalam penggarapan proyek yang berkali-kali didengungkan sebagai hasil dari kejenuhan ERK ini memang jauh berbeda dengan lagu aslinya. Hingga lahir bermacam opini dari penikmat, disamping kagum mereka juga menyimpulkan bahwa Pandai Besi ‘lebih berat’ didengar ketimbang ERK. Opini ini sempat terlontar pada sesi tanya jawab sebelum penampilan Pandai Besi.

Tidak hadirnya Cholil yang sempat melahirkan keraguan fans berhasil ditepis oleh penampilan yang luar biasa. Monica Hapsari mungkin tetap tidak bisa menggantikan posisi Cholil di hati pemujanya. Tetapi, ia punya cara sendiri untuk mencuri hati. Pandai Besi bukan one man band, ada atau tidaknya Cholil, mereka tetap menjadi grup musik yang ‘berat’. [Ichsandy Nugraha]

Event by                      : The Think

Venue                          : Studio Lokananta

Date                            : 20 September 2014

Man Of The Match     : Monica Hapsari saat menyanyikan lagu “Insomnia” dengan iringan gitar mati.

Rating                         : ***

Tags : #pandaibesi #lokananta #siardaurbaur
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response