close

Terbakar Panasnya Rock Siang Bolong!

IMG_0481

Peringatan satu dekade helatan gahar mahasiswa kampus seni yang menolak ditundukkan. Rocksi, membarakan spirit rock partikelir nan organik dari kubu Jogja bagian selatan. Makin Rock, Makin Siang, Makin Bolong!

Rock Siang Bolong
Rock Siang Bolong

Ihwal dikotomi skena musik Jogja utara dan selatan memang bukan rahasia lagi. Mau tidak mau, harus diakui bahwa skena musik Jogja Selatan memang punya karakter sendiri. Band yang lebih konseptual, musik yang lebih organik, tampilan visual yang lebih menyala serta aksi panggung apa adanya yang liar menggila. Rocksi yang telah 10 tahun mengada sudah barang tentu ikut memetakan dan menjadi salah satu wajah dari skena Selatan tersebut.

Tanpa punya maksud menantang, apalagi menyaingi panasnya sengatan matahari, Rock Siang Bolong berhasil membakar panggung beton FSMR ISI Jogja Sabtu (19/9) siang lalu. Sebuah seremoni meriah bertajuk “Rock Badar” untuk merayakan 10 tahun acara kampus seni ini. Selama hampir 10 jam, jajaran band akademia Rocksi maju bergiliran menyulut keriuhan di venue. Mengembalikan spirit Rocksi ke acara guyub yang seru.

Slogan “Rock Sangar Tanpa Ampun” pun tertulis di backdrop panggung. Menagih para line up untuk tampil maksimal. Mantan Tetangga Pak Roni, Bavomet dan Blababalad sudah lebih dulu tampil ketika acara dibuka secara resmi oleh pemotongan tumpeng imajiner di atas panggung. Area teduh yang ada di samping kampus FSMR ISI tersebut sudah ramai oleh kerumunan sejak acara baru mulai sekitar pukul 10.00 WIB. Alunan musik rock-trippy dari ketiga band tersebut lalu digeser habis-habisan oleh penampilan Chika dan Pistol Air yang memainkan beberapa tembang seperti “Kamu Jahat Sama Aku + Dedek” dan “Patil Maut”. Belum apa-apa, penonton sudah meminta encore dari duo elektro rock ini.

Tampil selanjutnya, adalah band beraliran speed comercial break, Patas yang menggeber musik cepatnya di panggung. Lagu-lagu andalan seperti “Pucuk-Pucuk”, “Doa Roh”, dan “Kenyot” langsung disambut dengan moshing di barisan kanan panggung. Patas memang berhasil menaikkan tensi pertunjukan dengan kecepatan tinggi.

Cangkang Serigala
Cangkang Serigala
Cangkang Serigala
Cangkang Serigala

Cangkang Serigala mendapat giliran. Tampil dengan formasi kuartet midi karaoke black metal, CangSe memakai balutan kain hitam a la Timur Tengah untuk sebuah aksi panggung yang cukup teatrikal. Mereka juga mendaulat punggawa Chika dan Pistol Air serta Rudy Atjeh untuk berkolaborasi. Sementara itu, Ican Harem sang vokalis tengah melafalkan lagu-lagu mereka dengan khusyuk. Namun sayang sekali, jeda panjang akibat molornya penampilan Hexed cukup menurunkan tensi venue yang kadung mendidih di awal. Setelah hampir menunggu selama satu jam, Hexed tampil membawakan beberapa lagu Sepultura. Gahar.

Hexed
Hexed
Jenny
Jenny

Salah satu pentolan Rocksi yang telah berganti identitas pulang kembali ke tanah asal. Adalah Jenny, yang beberapa tahun lalu merajai jagat pensi dan gig Jogja dengan musik garage rock mereka yang kembali hidup siang itu. Membawakan “Manifesto Postmodernisme”, “Look With Whom I’m Talking To”, “Ace of Spades” dan “Fucking Hostile”, Jenny merayakan kembali waktu yang lalu-lalu. Sing a long dan moshing berlangsung terus selama penampilan mereka. Saat “Mati Muda” dibawakan, Farid Stevy bahkan sudah hilang ditelan kerumunan di atas panggung yang diokupasi penonton.

Sangkakala
Sangkakala
Sangkakala
Sangkakala

Suhu yang semakin panas siang itu disambung oleh kelompok macan berkaki dua dari kampus Sewon, Sangkakala. Mengawali aksinya, Baron memimpin seluruh hadirin menyanyikan “Mars Rock Siang Bolong” yang beberapa hari sebelum acara sudah disebar melalui media sosial. Koor “Majulah Rock! Siang Bolong!” langsung disambung anthem mereka “Sangkakala”. Dapat diprediksi, luapan euforia ditambah tegukan berliter-liter akohol lokal menambah seru adegan body surfing dan moshing penonton di depan panggung. Mereka juga membawakan lagu dari Kaisar sebagai bentuk nostalgia di Rocksi. Dan seperti biasa, “Tong Setan” dan semburan kembang api memuncaki penampilan mereka.

Penonton kemudian digiring melakukan pendinginan bersama Eki Lamoh yang berduet dengan NYK Guns memainkan “Stairway To Heaven” dengan mantap. Pentolan band Edane dan Elpamas ini berduet beberapa lagu lagi dengan NYK Guns. Penonton yang terlanjur asik seperti lupa bahwa matahari yang menyinari siang bolong itu sudah hampir tenggelam ketika SKAROCKOi dan NYK Guns memungkasi pesta tersebut. Sungguh Line up padat dan suguhan yang bergizi.

Rock Siang Bolong
Rock Siang Bolong

Dan bagi siapapun yang hadir mengalami helatan ini secara langsung pasti ingat bagaimana Ahmad Oka dari Cangkang Serigala “masuk angin” dan tidur nyenyak di atas panggung, Mak Badar yang dielu-elukan barisan mahasiswa gahar ISI Jogja, kampanye terselubung calon penyandang dana Rocksi lima tahun mendatang, Baron Sangkakala yang sempat ngemil jeruk dan duku di atas panggung, sound sebelah kanan panggung yang sempat roboh sampai bagaimana serunya adegan tinju di Ring ujung selatan ketika SKAROCKOi mengudara. “Wis sah Rocksi nek wis ono sing gelut!” (“Sudah sah jadi Rocksi kalau sudah ada yang berkelahi”,- red) ujar salah satu penonton di sebelah saya. Rock Siang Bolong memang tidak pernah sekedar jadi suguhan musik rock belaka.

Perayaan 10 tahun Rock Siang Bolong ini juga dirayakan dengan terbitnya sebuah zine limited edition berjudul Rock Siang Bolong yang patut dikoleksi. Usaha pengarsipan sebuah kegiatan hura-hura yang tidak lepas dari nilai politis dan tantangan kehidupan akademis. Bukti bahwa di acara ala kadar inilah nama-nama besar seperti Sangkakala, FSTVLST, dan lainnya lahir. Rock Siang Bolong, adalah salah satu acara yang perlu digarisbawahi di Jogjakarta. [WARN!NG/Titah Asmaning]

Photo by: Umaru Wicaksono & Yesa Utomo

Event by: Rock Siang Bolong, FSMR ISI Jogja

Venue: Panggung Beton FSMR ISI Jogja

Date: Sabtu, 19 September 2015

Man of The Match: Kecuali jeda saat Hexed molor, kesemuanya pantas dirayakan dengan bir dan tarian gila.

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.