close

Terima Amnesti, Pussy Riot Langsung Lancarkan Protes

24aaa66b69af7639bafe21f89dce65c588dfc606 (1)

24aaa66b69af7639bafe21f89dce65c588dfc606 (1)

Nadezhda Tolokonnikova dan Maria Alyokhina, dua anggota band punk rock asal Rusia Pussy Riot, dibebaskan dari penjara setelah mendapat amnesti dari pemerintah Rusia, Senin (24/12). Meski baru saja menerima pengampunan, baik  Tolokonnikova dan Alyokhina langsung menganggap putusan ini sebagai agenda terselubung yang dilakukan oleh pemerintah Rusia.

Alyokhina menyebut pengampunan tersebut adalah sebuah propaganda pemerintah. “Saya kira amnesti tersebut bukan tindakan kemanusiaan. Saya rasa langkah itu sebuah propaganda pemerintah,” ujarnya.

Lebih keras dari  Alyokhina, Tolokonnikova juga menyebut amnesti ini sebagai ‘tindakan kosmetik’, bahkan ia juga meminta dunia untuk memboikot Olimpiade Musim Dingin Februari 2014 mendatang di Sochi, Rusia. “Apa yang terjadi hari ini, membebaskan narapidana hanya beberapa bulan sebelum hukuman mereka usai, adalah tindakan kosmetik saja. Jujur saja, saya juga menyerukan boikot [terhadap Olimpiade Musim Dingin],” cetusnya.

Tolokonnikova dibebaskan dari sebuah rumah sakit penjara di Siberia, tak lama setelah Alyokhina juga dibebaskan di Nizhny Novgorod. Keduanya sempat meringkuk di bui pada Agustus 2012 setelah memainkan lagu protes terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin di Cathedral of Christ the Savior, katedral utama di Moskow pada Februari 2012. Anggota Pussy Riot lainnya, Yekaterina Samutsevich, sebenarnya juga mendapat hukuman penjara, namun banding yang ia ajukan dikabulkan sehingga terbebas.

Aksi Pussy Riot itu dipandang sebagai penodaan agama oleh rakyat Rusia dan dikecam oleh Gereja Orthodoks. Meski demikian, penahanan terhadap Tolokonnikova dan Alyokhina tersebut juga menuai kritik dari kelompok hak asasi manusia, aktivis anti-Putin, politisi, hingga simpati dari musikus lain di seluruh dunia.

Durasi hukuman keduanya baru akan berakhir pada Maret mendatang. Namun mereka mendapatkan pengampunan dibawah Undang-undang Amensti yang baru diresmikan pada Rabu (18/12) lalu. Undang-undang ini memberi keringanan bagi para tahanan yang mendapat vonis di bawah lima tahun penjara. Ini mencakup setidaknya 20.000 tahanan di Rusia termasuk anak-anak, wanita hamil, lansia, penyandang cacat, tahanan dibawah umur, dan para tahanan lain yang dituduh terlibat aksi perusakan atau “kerusuhan”.

Tolokonnikova dan Alyokhina ikut mendapatkan pengampunan karena keduanya mempunyai anak. Selain mereka, pemerintah Rusia juga mengampuni mantan konglomerat minyak Klik Mikhail Khodorkovsky, yang pernah menjadi orang terkaya di Rusia, dengan alasan kemanusiaan.

Kalangan pengamat kebijakan menilai, pengampunan terhadap  Pussy Riot dan peresmian UU Amnesti ini dilakukan Putin untuk mendapat simpati internasional sehubungan dengan penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Sochi. [Warning/Sandy Mariatna]

 

Yoko Ono // source: www.amnesty.org
Yoko Ono // source: www.amnesty.org
Anti Flag // Source: www.amnesty.org
Anti Flag // Source: www.amnesty.org
norwegia

 

Tags : Punkpussy riot
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.