close

Terror Terra: Keintiman Terkotak untuk Fanatik Pemberontak.

Pijar (4) dwiki
Rollfast // Dwiki Aprinaldi
Rollfast // Dwiki Aprinaldi

Lelahnya hidup dalam kebisingan dan kebengisan yang menuntut waktu, lepasnya kehidupan manusia dari beton panas rutinitas tiada henti menjadi makna tunggal dari hidup membumi atau konsep terra itu sendiri.  Hal ini lah yang membuat rangkaian acara bertemakan konser di ruang terbuka terbentuk. Dengan mengusung tema interaksi tak terhalang panggung, Terror Weekend 3 membawa penonton ke dalam zona nyaman dentum drum dan distorsi gitar, kali ini dengan langit malam bernama Terror Terra sebagai saksinya.

Setelah sukses membawa ratusan penonton dalam kerasnya musik hardcore This Heart dan Nisluka pada Terror Weekend 2, Terror Terra membawa penonton ke panggung luar kamar, tanpa terbatas sekat dinding. Sebagai penikmat konser ruang terbuka, Terror Weekend membebaskan rapatnya kotak beton ke alam bebas dalam Terror Weekend 3: Terror Terra. Bertempat di pojok barat Taman Kuliner Condong Catur, beralaskan tanah dan beratapkan langit, Terror Terra menghentak bebas tanpa batas. Sayangnya, harapan konsep terra sebagai arena moshing liar tampak tak tercapai. Saat dipandu distorsi gelap Rollfast, terra masih berbatas. Penonton tampak khidmat mencerna melodi tak bertuan milik Jangar, sebuah band heavy rock asal Bali.  Walaupun okupasi panggung dari band-band tamu merupakan pengorbanan perih dari keintiman, tetapi kualitas suara tampak menjadi kualitas yang tidak dapat terbantahkan. Bermodal panggung minimalis, Terror Terra tidak segan menyuguhkan hidangan instrumen dan kejernihan suara. Konser seharga lima ribu rupiah ini memang diperuntukkan untuk kelompok kecil, dan visi silaturahmi memang menjadi ujung tombak dari keunikan Terror Terra itu sendiri.

Rollfast // Dwiki Aprinaldi
Rollfast // Dwiki Aprinaldi
Pijar // Dwiki Aprinaldi
Pijar // Dwiki Aprinaldi

Tampak performa Rollfast adalah hidangan utama yang ditunggu. Antusiasme mencapai puncaknya saat band psych-rock dari Bali ini memulai rentetan intro drum keras, memecah sunyi dengan rock and roll cepat dan ganas. Performa mencengangkan tercatat oleh Gungwah Brahmantia, pilar musik utama bersenjatakan gitar. Delay beriak serta pembawaan unik distorsi miliknya memang mencakar batin keras-keras.  Tak mau kalah, penampilan Jangar juga berkesan pedas. Spirit yang tinggi ditunjukkan band ini dengan aktif mengajak penonton berinteraksi, seakan mengundang mereka larut dalam dentuman bass tebal dan derasnya hentakan drum. Lagu-lagu andalan yang tercantum dalam EP mereka, seperti “Multiple Desert”, “The Death Stare”atau “Baby 69” adalah nyawa dari nuansa fatality is beauty yang coba dikomunikasikan oleh band ini.

Kualitas adalah pendobrak utama yang dikedepankan Terror Terra. Sayangnya, persiapan panitia dalam penempatan venue, serta keadaan sehabis hujan yang membuat lokasi menjadi lembap terangkum dalam ketidaknyamanan penonton yang nyata. Venue Terror Terra tampak berdesakan, dekat antara penonton, band tamu dan beberapa stand merchandise. Menjadi liar bukan pilihan, dan hal ini tidak sejalan dengan visi pembebasan ruang Terror Weekend. Unjuk karya musisi-musisi berkualitas jadi terganggu dengan kentalnya asap rokok yang bercampur lembabnya udara.

Inilah sebabnya rangkuman gig report Terror Terra merekomendasikan event ini kepada para penikmat musik yang rela menukar kenyamanan dengan kualitas dan keintiman. Lima ribu rupiah bukan harga yang mahal untuk mendengarkan Rollfast dan Jangar, bertemankan Piston, Pijar , Fashion Statement dan Temaram, tetapi layak apabila penonton mengetahui benar apa yang akan mereka dapat di Terror Terra. Maksud baik penyelenggara dalam membuka ruang dibantai perbandingan nyata dengan dua event sebelumnya, Terror Weekend dan Terror Weekend 2, yang jauh lebih tertata. Terbukti Terror Terra menjual apa yang mereka janjikan, sebagaimana dekatnya penonton kepada band tamu membuat kaki yang dimangsa nyamuk ilalang panjang tidak bergeming dari tempatnya. [contributor/Dewangga Dura]

 

Event By: Terror Weekend

Venue: Taman Kuliner Condong Catur

Date: 6 Mei 2016

Man of the Match: aksi ganas Rollfast

[yasr_overall_rating size=”small”]

Gallery: Terror Terra

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response