close

[Album Review] The Changcuters – Visualis

the-changcuters-visualis

 

The Changcuters  – Visualis
The Changcuters – Visualis

Label: Sony Music

Watchful Shot:  Mengapa Sahabat Pacarku Lebih Cantik Dari Pacarku?! – Samara (Accoustic version)

[yasr_overall_rating size=”small”]

 

Istimewa! Kiranya kesan inilah yang TIDAK akan timbul setelah selesai mendengarkan album Visualis dari The Changcuters. Ya, selain neko-neko yang menyertai album (ada komik, games, dan augmented reality), album konsep ini terlampau biasa, bukan album terbaik The Changcuters.

Digodok seratus persen oleh personil-personilnya – katanya tanpa intervensi label – The Changcuters melahirkan sebuah album berkonsep. Namun, harapan insan musik akan kelahiran album ini jelas tak sebanding dengan penantian dua tahun. Konsep Visualis yang katanya memandang kejadian sehari-hari dengan sudut pandang berbeda malah berujung pada kesan datar jika disatukan dengan musiknya.

Visualis dimulai dengan judul seperti  “Mengapa Sahabat Pacarku Lebih Cantik Dari Pacarku?!”,  “Wow Deborah…” dan “Generasi Pantang Tua”. Melihat judul yang nyentrik ini, tentu banyak yang berharap gebrakan mereka di album Mencoba Sukses akan kembali terulang.  Sayang, alih-alih memberi gebrakan, Visualis malah menyajikan musik yang apa adanya dalam judul-judul itu.

Karakter The Changcuters memang kental terasa dalam komposisi musik yang tak banyak perubahan karena tak ada pergeseran personil, namun lirik urakan dan berani seperti album sebelumnya mulai pudar. Bahkan, beberapa nomor seperti “Paradoks”,  “Akhirnya Indah”, dan “Dari Kami Untuk Para Pemberani” memuat lirik-lirik yang terkesan menggurui.

Seperti telah dikatakan, karakter mereka masih kental terasa namun tak ada perubahan. Nilai negatif dari album ini memang minim, namun nilai plus album ini nyaris nihil saking biasanya.Tak ada unsur-unsur eksperimen berarti dalam album ini, selain konsep Visualis yang berujung menggurui. Mereka sempat mengungkapkan bahwa album ini mencoba menawarkan sudut pandang berbeda. Namun kalau hasilnya tak istimewa, apakah konsep perbedaan itu perlu?

Kendati begitu, nomor-nomor seperti “Mengapa  Sahabat  Pacarku  Lebih Cantik Dari Pacarku?!” bolehlah diberi sedikit jempol. Aransemen dalam “Samara” (Accoustic version) juga unik dan lumayan menggelitik telinga. Nomor lainnya? Berharaplah untuk tidak jemu setelah mendengarkannya berulang-ulang.

Overall, album ini hanya sekadar album untuk ‘bertahan hidup’ di dunia musik.Kalau mau menduduki puncak tangga permusikan Indonesia dan mengulangi booming mereka…. Sebaiknya jangan berpikir ke arah sana. [WARN!NG/Yudha Jatmika]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.