close

[Movie Review] The Imitation Game

The_Imitation_Game_starring_Benedict_Cumberbatch_gets_a_UK_release_date

The Imitation Game

Tahun                   :               2014

Sutradara            :               Morten Tyldum

Warning Level   :               !!!!

The_Imitation_Game_starring_Benedict_Cumberbatch_gets_a_UK_release_date

Pahlawa perang memang tak selalu berakhir dengan goresan tinta emas di buku sejarah. Lebih sial lagi kalau pahlawan perang yang memilih bunuh diri di ujung usianya. Inilah yang terjadi dengan Alan Turing, pahlawan perang Inggris yang menjinakkan Hitler dengan mesin yang ia ciptakan. Kisah hidup Turing inilah yang dikisahkan dengan dramatis tanpa berlebih dalam The Imitation Game.

Singkatnya, film ini dibangun dengan satu kisah investigasi terhadap Alan Turing, kriptografer sekaligus ahli matematika yang dilakukan pada musim dingin 1962 di London. Investigasi inilah yang memulai alur flashback dengan mengungkap kembali kepingan-kepingan kisah ketika Turing dan timnya tengah berjuang mengalahkan Enigma, mesin perang Nazi yang membuat hampir seluruh eropa bertekuk lutut dalam perang dunia II. Gagasannya untuk menciptakan kecerdasan buatan yang disematkan dalam sebentuk mesin menjadi satu-satunya jalan yang ia yakini dapat menjinakkan Enigma. Meski gagasan ini banyak mendapat tentangan, arogansi Turing nyatanya membuat mesin ini sukses memecundangi Enigma, dan menjadi generasi awal komputer yang kita pakai sekarang.

Sejenak pula, kepingan kisah kanak-kanak Turing juga kian membumbui drama film ini. Kandasnya kisah Turing yang dipaksa ditinggal mati Crishtoper, pacar sesama jenisnya, menjadi kepingan fakta yang diungkap pada saat yang tepat. Berbagai fakta lain juga diungkap dengan cerdik, hingga membuat kisah ini tetap hidup hingga akhir cerita ketika Turing memilih untuk bunuh diri di usianya yang masih 41.

Benedict Cumberbatch menjadi sosok sempurna untuk memerankan karakter Turing. Keangkuhan dalam keluguan, hingga kecanggungan sosial yang dimiliki Turing nyatanya menjadi pemecah keseriusan alur film. Berkali-kali tingkah angkuh Turing yang Cumberbatch perankan justru menjadi guyonan segar yang muskil bagi Anda untuk tak terpingkal. Pula, kehadiran Keira Knightley sebagai Joan Klarke menjadikan romansa di film ini tak pernah kering. Romantisme yang tak picisan namun tak lantas kehilangan kekuatan untuk menyentuh perasaan penonton.

Film besutan Morten Tyldum ini terbilang jenius dalam mengalirkan jalan cerita. Seolah bermain puzzle, film ini dibagi dengan kepingan-kepingan yang berangsur-angsur menemukan pasangannya. Rasa penasaran penonton tak sedikitpun dibiarkan menurun dari awal hingga ujung film. Tanpa ada twist yang mengejutkan, film ini sudah cukup membuat penontonya terhenyak dengan fakta nyata yang penulis ambil dari biografi Alan Turing sendiri. Sangat mengesankan untuk film berjenis biopik yang memang berdasarkan kisah nyata.

Fakta bahwasanya Turing adalah seorang gay menjadi intrik diskriminatif menarik dalam satu film yang berlatar utama situasi perang. Apalagi Inggris ketika itu sangat menentang adanya homoseksual. Hal ini pula yang membuatnya memilih untuk bunuh diri ketimbang harus menjalani masa tahanan di penjara. Alhasil, konflik antara Turing dan hukum dalam kenyataannya membuat kisah kepahlawanannya dibungkam selama hampir setengah abad. Hingga akhirnya pada 2012, seperti dilansir The Telegraph, mulai terungkaplah fakta seputar kisah Turing. Berbagai penghargaan akhirnya disematkan kepada pria gay yang telah lama meninggal ini, khususnya setelah pihak kerajaan Inggris mengungkap fakta seputar dirinya. Dan tentu saja, penghargaan hebat juga datang dari sutradara film sekaligus penulis naskah The Imitation Game, film biopik prestisius yang bakal membuat namanya selalu dikenang. (WARN!NG/Umaru Wicaksono)

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response