close

[Movie Review] The Martian

Martian
the martian
the martian

Director                : Ridley Scott

Cast                       : Matt Damon, Jessica Chastain, Michael Pena, Jeff Daniels, Chiwetel Ejiofor

Durasi                   : 141 menit

Studio                   : Scott Free Productions, Kinberg Genre, TSG Entertainment

Mari sejenak kita lupakan Exodus: Gods and Kings. Dalam film itu, Ridley Scott memang benar-benar memberikan dimensi baru dalam mediokritas. Jangan mengingat Exodus sebagai film yang mendefinisikan Ridley Scott. Sutradara itu, ketika memberikan sedikit usaha lebih, bisa memberi kita tontonan menarik seperti Black Hawk Down dan Thelma & Louise. Dalam masa tertentu, Ridley Scott mampu menghasilkan karya monumental seperti Alien dan Blade Runner. Maka dari itu, The Martian menjadi satu judul yang layak ditionton.

The Martian sendiri merupakan adaptasi dari novel karya Andy Weir yang mengisahkan perjuangan seorang astronot bernama Mark Watney (Matt Damon). Ia harus bertahan hidup di Mars setelah terpaksa diterlantarkan oleh krunya lantaran badai yang mengancam misi eksplorasi tersebut. Tanpa bisa membangun komunikasi dengan Bumi, Mark Watney menggunakan kecerdasannya untuk bertahan hidup di Mars, setidaknya untuk beberapa tahun. Ia menghasilkan air dengan membakar Hidrogen dan bercocok tanam dengan pupuk bikinan sendiri.

Setelah menyadari kalau Mark Watney masih hidup, Vincent Kapoor (Chiwetel Ejiofor), Teddy Sanders (Jeff Daniels), beserta petinggi NASA lainnya membangun misi dadakan untuk menyelamatkan Mark Watney. Begitu pula dengan kru Ares III, dipimpin oleh Melissa Lewis (Jessica Chastain), mereka memiliki misi sama, untuk membayar rasa bersalahnya setelah meninggalkan Mark Watney di Mars. Tetap saja, semua bala bantuan ini baru bisa datang dalam waktu tahunan. Sementara Mark Watney harus bertahan menghadapi tandusnya Mars dan kebosanan akibat musik disko. Untuk memahami plotnya dengan sederhana, bayangkan saja gabungan antara Apollo 13 dan Cast Away. Dari situ Anda bisa mendapatkan gambaran tentang The Martian secara ringkas.

Secara keseluruhan, The Martian bukanlah film yang buruk. Matt Damon memberikan kesan tangkas dalam karakter Mark Watney. Lewat situ pula The Martian mengumpulkan simpati dari penontonnya. Meski begitu, jejeran aktor lain yang mendukungnya terasa disia-siakan. Tokoh-tokoh yang diperankan Jeff Daniels, Chiwetel Ejiofor, dan Jessica Chastain tidak memiliki cukup ruang untuk menunjukkan kemampuan nama-nama tersebut. Justru lebih segar rasanya ketika melihat peran kecil Donald Glover, walau tidak memiliki sumbangsih besar ke dalam narasi, memberikan keunikan tersendiri.

Setia dengan sumber idenya, The Martian mengedepankan keakuratan ilmiah dalam ceritanya. Hal ini pula yang lebih menekankan tujuan utamanya yaitu bertahan hidup, melawan waktu dan segala kemungkinan yang ada. Tapi, terkadang sulit untuk menemukan jiwa The Martian. Semua momen yang tersusun dalam naskahnya bergantung kepada momentum itu sendiri. Tanpa menemukan benang merah yang mampu mengikatnya menjadi satu kisah dengan perasaan.

Anda mungkin dengan mudah membandingkan The Martian dengan film lain yang sedarah seperti Interstellar. Kenyataannya, The Martian tidak bisa disetarakan dengan Interstellar. Bukan berarti salah satunya lebih baik atau buruk. Hanya saja kedua film tersebut memang menyampaikan dua pokok ide yang berbeda, kebetulan lewat latar yang sama.

Bagaimanapun, The Martian adalah film yang layak ditonton. Film ini merupakan pencapaian Ridley Scott ketika ia bersantai-santai dalam membuat film. Setidaknya, The Martian memiliki kombinasi unik antara pelataran naskah yang megah dan keinginan manusiawi yang rendah, yaitu bertahan hidup. Alhasil tidak sulit bagi kita untuk memberi perhatian pada kisahnya. The Martian, yang dirilis berdekatan dengan penemuan air di Mars, pada akhirnya memberikan kesan optimis ke dalam isu yang diangkat.[WARN!NG/Kevin Muhammad]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response