close

The United Smokers: Punk, Pemilu & Syariat Islam

us
us

Beberapa waktu silam, saya melihat sebuah foto yang cukup mengejutkan di linimasa twitter. Sebuah foto yang berisi seorang vokalis berambut Mohawk yang sedang perform di depan ribuan massa dengan kibaran bendera PKS. Ya, benar, PKS. Penasaran, saya mencoba mencari tahu, dan mendapati bahwa vokalis tersebut adalah John Smoker, dari band punk yang sudah berdiri sejak 1994, United Smokers. Kala itu Ia bermain untuk  X River—side projectnya—pada tahun 2009. Mengingat Indonesia sedang memasuki masa pemilu, maka tidak salah untuk membahas isu ini, walau memang sudah berselang beberapa tahun yang lalu.

Tertarik akan hal tersebut, saya mencoba menghubungi John untuk berbagi perspektif dalam sebuah wawancara. Di tengah hujan dan petir yang menyambar, John secara terbuka berbagi pandangan politis mereka sebagai sebuah band punk. Lebih dahsyat dari foto yang saya lihat, John memberikan jawaban-jawaban yang yang sangat mengejutkan, seperti bagaimana mereka percaya pada politik praktis, yang dimanifestasikan lewat pengusungan salah satu personil United Smokers untuk maju sebagai caleg. Memang, punk selama ini dikenal sebagai negasi terhadap otoritas, dan statement dari US memberikan sebuah warna baru. Cukup mengejutkan.

 

photo (3)

Bisa ceritakan tentang konser di kampanye PKS itu?

itu tahun 2009, Waktu itu band projekan saya di luar The United Smokers(US), Namanya X river
Waktu itu main Bareng sama Ungu dan (musisi) marawis sampai qasidah. Kami diminta main sama calon Bupati saat itu, Kebetulan dari PKS
Oh berarti bukan atas nama US ?
Bukan bro. Tapi di US sendiri kami tidak serta merta skeptis terhadap politik praktis. Memang harus ada perwakilan dari kaum punk. Seperti kata Rosululloh “maka pilihlah pemimpin dari kaum mu sendiri.” Walaupun keinginan itu susah terwujud. Diam dan menolak politik berarti membiarkan negri ini dirampok oleh para penguasa lalim dan korporasi koruptor

Wujud nyatanya?

Hal itu kami jawab dengan mencalonkan Ob smokers pada pemilu 2009. Namun money politik sepertinya menghancurkan cita-cita kami.
Maksudnya? Menghancurkan cita-cita gimana?
Maksudnya waktu tahun 2009 Ob Smokers (vokalis sekaligus pendiri US) tak mendapat kursi DPRD

 

Jadi Ob mencoba hadir untuk mewakilkan punk di pemerintahan?
Betul. Seperti yang kita ketahui banyak dari kawan-kawan yang dikebiri hak-haknya oleh pemerintah, bahkan di Aceh sendiri mereka ditangkapi, dibotaki, dan disini pun hampir sama. Maka cara melawannya adalah dengan revolusi konstitusional lewat parliamentary election/pemilihan umum.


Berarti masih percaya bahwa kebobrokan sistem bisa diubah lewat pemilu? Sejauh ini bagaimana respon teman-temen ngeliat John main di kampanye PKS kemarin, terutama dari kawan-kawan di komunitas punk?
Seperti infotainment tv. ada yang resist, ada yang support. Namun saya tidak terlalu memikirkan hal itu, yang paling penting adalah punk itu bisa diterima di partai yang kental dengan wahabinya. Berarti kita masi punya gigi

Lalu  Bagaimana menanggapi respon yang kontra tersebut?

Saya respon dengan santai. Saya katakan bahwa hari ini kalau dukungan pada calon kita jadi nantinya kawan-kawan akan terbebas dari satpol PP. Fasilitas tempat bernaung untuk berkreasi akan saya minta untuk kalian. Inilah sebuah perjuangan agar kita diterima dikalangan pemerintahan, Selanjutnya kalau mereka tetap berargumen saya tidak meladeninya.
Bukannya punk negasi dari otoritas(pemerintah)? Namun pilihan yang diambil US, percaya bahwa punk sebenarnya bisa diterima dan ambil bagian di pemerintahan, benar seperti itu?

US percaya bahwa ada dua cara untuk menjawab pertnyaan tersebut. Selama rejim dan pemimpin mensejahterakan rakyatnya, kami akan terus mendukungnya. Kedua selama pemimpinnya dzalim dan menindas rakyatnya kami akan terus melawannya. Karena buat US diam juga mati, melawan juga tetap mati..lebih baik mati dalam melawan, itu dalam fiqih mati di medan perang dan langsung di sambut 80 bidadari. Hahahaha cantik-cantik lho mas. Tapi cara kami menolak keras cara-cara para kaum fundamental.
Nah berarti saat 2009 kemarin US memandang rezim mensejahterahkan rakyat? Yang diikuti dengan upaya pencalonan,
Tahun 2009 US menilai bahwa dengan berkoalisi dengan calon bupati dari PKS saat itu.kami telah mempunyai kontrak politik dengan komintas punk. Sehingga US mendukung, namun sayang kandas, karena pada tahun tersebut kami kalah dalam perebutan kursi  bupati.

Lalu untuk tahun ini bagaimana US memandang rezim? tetap gak skeptis dengan politik praktis?

Tahun 2014 ini kami wait and see. Karena kami melihat mayoritas dari para calon berasal dari kaum feodal yang sekarang bertransisi menjadi boss properti yang bertujuan untuk “mengamankan” ladang usaha nya saja dan mempunyai moral yang buruk. Untuk Pemilu legislatif kami sampai detik ini masih golput, untuk RI-1 kami akan habis-habisan menggerakan massa komunitas ke jokowi
Jokowi? Mengapa?
Sepertinya tidak ada pilihan lain selain ke Jokowi. Alasan kami mendukung jokowi karena beliau menyukai musik cadas, sederhana. Dan tidak terlalu suka bersolek atau pencitraan.

Dukungan habis-habisan, itu seperti apa?

US juga dalam bentuk kongkritnya akan membuat Tribute to The US dibawah Juang record yang akan menjual kompilasi lagu-lagu dari band kami. Namun di bawakan dari band-band lain dengan arransmen yang beda. Sebagian hasilnya akan kami sumbangkan untuk pemenangan Jokowi

Kalau boleh berspekulasi berarti dengan mendukung jokowi yang notabene mengaku suka musik cadas, ada harapan juga nih, agar punk bisa diterima di masyarakat?

Itu maksudnya bro. Ada sebuah riset ilmiah, rayap yang dijejali musik cadas 10 kali lebih cepat memakan kayu dari pada dijejali musik klasik. Pertanyaan punk bisa diterima di masyarakat, itu harus dari punk nya sendiri. karena terkait moralitas, attitude kebanyakan punk di Indonesia. The US mempunyai misi untuk bisa merubah budaya negatif dari punk itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, kita ini indonesia. Bukan bukan UK maupun USA. The US sekarang selalu mengkampanyekan positif mental attitude, melawan setan pembunuh narkoba

Untuk apa US mau bersusah-susah merubah hal itu? Bukannya attitude mereka adalah pilihan sadar mereka sendiri? 
Hal itu kami lakukan karena kami merasa punya tanggung jawab moral. Pada era akhir dekade 90an, The US identik dengan alkohol, narkoba, sex bebas, hal tersebut cukup banyak memberikan input terhadap komunitas. 1 dari 10 teman kami mati karena narkoba dan HIV. Di saat kehancuran itu lah
kami mulai berfikir untuk merubahnya. Walaupun susah dan penentangannya keras, Itu lah harga yang harus dibayar

Oke, kita masuk ke band, sejauh ini sudah berapa album yang dihasilkan?
Sudah mempunyai 2 album, yang pertama  berjudul Jangan Dilarang Bangsat! Rilis tahun 1998, Yang ke dua judul album Menang atau Mati. Selain itu 3 kompilasi dari record label Bandung, Bekasi, dan Jakarta. Personilnya sendiri adalah sekelompok sarjana yang pada saat itu muak dengan keadaan sosial, politik pada waktu medium 90an

Selain kompilasi berupa tribute tadi. Apa Rencana kedepan buat US?
Buat album baru yang lebih ke arah revolusi moral yang semakin carut marut, dan selain itu juga tentang kerusakan alam, dan cinta yang sesuai dengan syariat islam

Apakah bertambahnya usia mempengaruhi idealis band, seperti pergeseran isu yang diangkat dari album lama ke album sekarang, Seperti tentang Syariat Islam tadi, yang sebelumnya US belum menyentuh ranah itu.

Sangat berpengaruh, manusia itu seperti tabula rasa, akan berubah warna sesuai dengan usia dan pengalaman hidupnya. Disamping itu keadaan politik, hukum sudah mulai lebih demokratis dibanding pada saat kami memulai debut dalam band the US.Dan yang lebih penting kami tak ingin segmented hanya didengar karya kami oleh komunitas punk saja tapi masyarakat luas mudah-mudahan mau menerima karya kami

Oke, last question, memasuki masa pemilu  ada pesan buat pembaca WARN!NG magz?
Lebih cerdas dalam memilih, dan sesuai perkataan Rosul “maka pilihlah pemimpin dari kaum mu sendiri”

 

[Interview by Tomi Wibisono]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response