close

[Movie Review] The Wolf of Wall Street

wolf

wolf

Director: Martin Scorsese

Casts: Leonardo DiCaprio, Jonah Hill, Margot Robbie, Rob Reiner

Runtime: 179 minutes

Dia berhasil menghembuskan napas baru dan kedalaman cerita pada drama gangster penuh darah dengan tekstur merah yang sangat khas. Turut bertanggung jawab mengangkat karier Robert De Niro. Hingga tiga tahun lalu untuk pertama kalinya dia membuat film yang bisa dikonsumsi semua umur. Beberapa filmnya dianggap kurang berhasil, walaupun itu terdengar sangat asing di telinga, tapi hampir tidak mungkin saya tidak menikmatinya. ‘Cause he’s Martin fucking Scorsese.

Kali ini, a three hours dark comedy orgy of greed. The Wolf of Wall Street (WOWS) merupakan kisah perjalanan hidup Rober Belfort membangun dari nol sebuah perusahaan raksasa yang dirintisnya bersama segerombolan losers, pasca Black Monday tahun 1987 di hari pertamanya bekerja setelah dipromosikan dari asisten menjadi broker. Menggunakan PoV dan narasi langsung oleh Belfort dengan suara antusias dan penuh kebanggaan, fokus cerita WOWS bukan hanya sekedar jatuh bangun dalam karier dan kehidupan pribadi, ataupun tentang moral judgement bahwa orang jahat pada akhirnya akan jatuh, tapi lebih pada bagaimana mereka deal with situation dan menikmati hidup.

Pace film ini cenderung cepat dan rapat dengan dialog yang padat. Penggunaan kata ‘fuck’ yang mencapai 500 kali merupakan rekor tersendiri untuk film drama/komedi. Sangat menyenangkan melihat penggambaran extravaganza betapa bebasnya hidup seseorang, melakukan apa yang dia suka, dan meraup banyak uang dari situ. Munculnya karakter agen Fed, Patrick Denham yang bertugas mengusut kasus pencucian uang di perusahaan Belfort, hanyalah sebagai etalase bahwa Belfort dan rekannya tidak sedikitpun peduli dengan regulasi dan konsekuensi.

Chauvinisme dan sudut pandang pria terhadap wanita menjadi pilihan yang berani dan sangat signifikan pengaruhnya bagi alur dan karakterisasi. Tidak sulit mengatakan bahwa treatment naskah Terence Winter menggolongkan tokoh wanita menjadi tiga: istri, pacar, dan pekerja seks. Satu-satunya karakter wanita yang ikut membawa jalannya cerita hanya istri kedua Belfort, Naomi Lapaglia, diperankan oleh Australian bombshell Margot Robbie. Pun ada golongan wanita ke-4 yaitu sebagai co-worker. Scene saat salah satu co-worker wanita dipangkas habis rambutnya sangatlah disturbing, lepas dari konteks film ini. Sampai di act 3, kita melihat Belfort berbicara di depan seluruh karyawannya, kemudian menunjuk salah satu rekan kerja wanitanya sebagai ‘one of the original 20’ yang ikut membangun perusahaan ini. Sebuah turning point yang terlambat, mengaburkan kembali karakter Belfort.

Adegan seks dan ketelanjangan yang bisa dilihat hampir setiap 15-20 menit sekali. Uniknya, secara bersamaan, terasa sangat pas sekaligus tidak memiliki fungsi berarti untuk jalannya cerita yang diadaptasi langsung dari autobiografi Jordan Belfort ini. Sayang, mata kamera kadang tidak membiarkan penonton mengintip lebih jauh pada karakternya di dalamnya. Beberapa shot bahkan terlalu berlebihan, menggambarkan ‘keserakahan’ terlalu harfiah menjadikan beberapa karakter sangat one dimensional.

Hampir semua cast WOWS mendapatkan kesempatannya untuk bersinar. Lengkap dengan gigi palsu dan prosthetic penis, penampilan Jonah Hill sebagai tangan kanan Belfort, Donnie Azzof, menunjukkan ranah Jonah yang makin melebar sebagai aktor. Peran inilah yang menghantarkan Jonah pada nominasi Oscar keduanya setelah Moneyball. Tapi di antara jajaran supporting act, yang paling mencuri perhatian adalah penampilan memikat Matthew McConaughey yang muncul dalam dua scene singkat sebagai mentor Belfort, Mark Hanna. Memberikan kunci penting bila ingin survive di dunia jual beli saham. “I myself, I jerk off at least twice a day.” Tips ini kemudian secara konstan divisualisasikan dengan level yang dinaikkan setiap kalinya. WOWS menjadi pelengkap manis pada deretan panjang film impresif yang McConaughey bintangi tahun lalu.

But then again, this is Leo’s show all the way through. Di kolaborasi kelimanya, Scorsese dan Leo mengeksplorasi sudut kreativitas yang belum pernah mereka jamah. Adalah ketika Leo pamer skill saat berakting dengan gagang telepon membacakan naskah yang ia buat untuk rekan kerjanya agar mudah mendapatkan investor. Entah berapa belas atau puluh ekspresi wajah yang berhasil Leo tampilkan dalam sequence berdurasi tidak sampai 5 menit itu. Ratusan aspiring actor pasti sedang sibuk mengimitasi penampilan Leo di scene itu yang kelak akan mereka tampilkan untuk membuat casting director terkesan. Good luck with that.

wolff

Fun fact: Scorsese menyutradarai tiga sutradara dalam WOWS: Rob Reiner sebagai ayah Belfort, Jon Favreau sebagai Manny Riski, dan cameo dari Spike Jonze yang bisa ditemukan di act 1 sebagai a small-time broker.

[Catra Nandiwardhana]

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response