close

TNI Bubarkan Perpustakaan Jalanan di Bandung

books-education-school-literature-48126

books-education-school-literature-48126

Komunitas Perpustakaan Jalanan Bandung dibubarkan paksa oleh Prajurit Komando Daerah Militer III Siliwangi, Sabtu (20/8) malam. Pembubaran tersebut dilakukan saat perpustakaan jalanan menggelar lapak di buku di Taman Cikapayang, Dago, Kota Bandung. Dilansir dari Tempo.co, pembubaran taman baca tersebut disertai dengan aksi kekerasan yang dilakukan oleh aparat. Dalam akun Facebook resmi Komunitas Perpustakaan Jalanan Bandung dijelaskan bahwa kegiatan melapak yang hampir bubar pukul 23.00 tiba-tiba didatangi dua truk TNI, satu mobil polisi militer, mobil preman, dan sepeda motor. Aparat TNI yang membawa sekitar 40 personel tersebut turun dari kendaraan dan membubarkan kerumunan orang di sekitar Taman Cikapayang.

“Anak-anak lagi ngelapak biasa seminggu sekali. Jam 11 malam, tiba-tiba datang rombongan TNI dua truk, satu mobil PM (Polisi Militer) dan satu sepeda motor, serta mobil yang diisi aparat berpakaian preman,” ujar Ridwan Indra, salah satu penggiat komunitas. Lebih lanjut, Indra mengaku kecewa dengan sikap aparat yang membubarkan paksa lapaknya dengan kekerasan. “Saya bingung, kan ini kami menggunakan fasilitas publik, yang pada dasarnya digunakan untuk ruang publik. Kami juga tidak mengganggu pejalan kaki,” lanjut Indra. Ia juga menjelaskan bahwa komunitas ini ingin memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin membaca.

Sedangkan dalam Kompas.com, Kapendam Kodam III Siliwangi Letkol ARH M Desi Ariyanto menjelaskan, saat itu tengah dilakukan patroli dan penertiban komunitas geng motor di wilayah Jabar dan Banten. “Masyarakat khawatir terulangnya kembali kriminalitas yang dilakukan oleh komunitas, geng atau begal motor beberapa waktu yang lalu dan bahkan korban dari kriminalitas komunitas, geng atau begal motor tersebut sampai luka parah dan bahkan meninggal dunia,” ujarnya. Ia juga menampik berita pemukulan anggota komunitas perpustakaan oleh anggota TNI. Dalam rilis yang dikeluarkan Ariyanto, ia mengajak masyarakat untuk berpikir logis. Beberapa hal yang dipertanyakannya adalah alasan membaca malam hari, menyangkut tempat dan penerangan yang baik, keterkaitan jam malam, dan soal jaminan kredibilitas buku dan tergolong yang diperbolehkan atau tidak. “Tentu saja akan lebih baik bila komunitas ini berlapor dahulu kepada instansi pemerintah terkait seperti pemda, pemkot atau dinas pendidikan dan kebudayaan setempat,” ujar rilis yang dikeluarkan Ariyanto.

Akibat aksi yang dilakukan oleh aparat TNI ini, Indra mengaku sedang berkonsultasi hukum ke LBH dan mengecam aksi represif yang dilakukan oleh personel TNI. Sedangkan dalam akun Twitter Walikota Bandung, Ridwan Kamil (@ridwankamil), ia mengeluarkan rilis yang berisi bahwa pembubaran perpustakaan jalanan tersebut adalah kesalahpahaman. [WARN!NG/ Yesa Utomo]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response