close

To Die Rilis Single Melalui QR Codes Berbentuk Kartu Pos

to die – cover QR Codes
to die
to die

Memasuki umur 17 tahun berkreasi, To Die unit hardcore punk yang kemudian berevolusi menjadi sebuah kolektif berattide punk yang bereksperimen dengan banyak bebunyian menunjukan kesungguhan mereka dengan memperkenalkan single terbaru berdurasi 17 menit dalam bentuk QR Codes, yaitu sebuah kode unduh dalam file digital yang bisa dipindai melalui smartphone. Nantinya QR Codes tersebut akan dicetak ke dalam kartu pos di mana terdapat desain hasil karya 17 seniman yang pernah membaut karya untuk kover To Die selama ini. Ide cemerlang ini merupakan buah hasil kerja sama antara To Die, Relamati Records dan Mindblasting Netlabel.

Meski sampai saat ini perdebatan tentang apakah noise itu bisa dibilang musik atau tidak, akan tetapi patut dicatat bahwa skena noise di Indonesia telah menyita perhatian dunia. Pertama, dengan rilisnya Bising sebuah film dokumenter yang mengulas tentang pegiat-pegiat noise di tanah air. Film ini tercatat telah melanglang buana ke negara-negara di Asia dan Eropa (Swiss, Hongkong, Jepang, dll) melalui screening film di berbagai festival film. Kemudian disusul oleh Jogja Noise Bombing yang merupakan sebuah ajang aksi bermain noise yang menggunakan berbagai alat sederhana dan dilakukan di tempat publik. Kegiatan ini bahkan mampu menyulut atensi salah satu majalah luar negeri semisal The Wire (Inggris) yang sempat mengulas tentang aktifitas ini. To Die yang masih dengan formasi trio bass, drum dan vocal/elektronik hingga saat ini masih terus melakukan eksplorasi dalam musik mereka, To Die sendiri sering disebut sebagai salah satu jembatan penghubung antara musik hardcore punk dengan eksperimental noise di Indonesia.

 cover QR Codes
cover QR Codes

Banyak bermain di acara berskala kecil membuat kolektif ini mungkin tidak banyak dikenal, meski To Die pernah melakukan tur ke Bali, Kalimantan, Singapura, Malaysia dan terakhir Jepang pada Februari 2015 lalu. Begitupun dengan dengan rilisan mereka yang susah untuk didapatkan, walaupun selama era 1998 hingga 2015 To Die telah mengeluarkan hampir 170-an rilisan mulai dari format digital, kaset, CD, DVD, vinyl 3”, biz card sampai lathe cut. Hal ini bisa jadi dikarenakan kebanyakan rilisan To Die dirilis secara terbatas yaitu hanya sejumlah 20-100 buah atau dirilis oleh label luar Indonesia.

Menurut rilis resmi yang diterima WARN!NG, dalam single terbaru To Die ini setiap desain kartu pos tersebut hanya akan dicetak sebanyak 17 buah/desain dan dijual seharga 17 ribu rupiah/buah lengkap dengan perangko yang akan dikirimkan ke setiap pemesan layaknya sebuah kartu pos. Rilisan ini sudah resmi dilepas ke pasaran terhitung sejak tangga 17 Desember 2015 lalu. [WARN!NG/Dadan Ramadhan]

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response