close

Torpedoest Selenggarakan Pesta Rilis Album ‘See the Unseen’

20160402_235055
torpedoest
torpedoest

See the Unseen adalah pesta rilis album kedua—dengan judul yang sama dengan judul acara—unit punk bernama Torpedoest yang diadakan Sabtu (2/4) di Borneo Beerhouse, Jakarta Selatan, dengan dukungan lima penampil  lainnya. Setelah mundur dari waktu yang ditetapkan di flyer, acara yang kemudian dijadwalkan mulai pukul 8 malam terpaksa kembali diundur hingga jam 9 malam karena Jakarta diguyur hujan deras. Dari penuturan Reza Hilmawan (drummer/vokalis) kepada WARN!NG,  secara substantive See The Unseen berangkat dari keresahannya terhadap paradigma positivisme yang menguasai cara berpikir banyak orang di sekitar, kemudian tracklist di dalam album disusun sedemikian rupa agar gagasan yang bertolak pada keresahan tersebut menjadi suatu rangkaian gagasan yang padu.

Tepat pada pukul 9 malam, unit thrash metal dengan sound modern bernama Hatefield membuka acara disambung dengan penampilan Macmacmac. Crowd baru mulai memanas ditandai dengan dibukanya pit dan direbutnya mikrofon sesekali ketika Piston mengokupasi panggung sebagai penampil ketiga. Penampilan Piston malam itu turut menandakan kembalinya bassis Yulio setelah absen tampil di panggung dalam beberapa bulan terakhir akibat cedera tangan yang dialaminya. Unit pop-punk bernama Saturday Night Karaoke memainkan set panjang secara apik dan berhasil membawa penonton dengan jumlah yang paling banyak ke depan—sehingga memaksa bassis menaiki level panggung yang sempit—dan memecah pit yang tidak kunjung berhenti. Cover lagu “Linoleum” dari grup punk asal California, NOFX, menjadi penanda akhir set yang disambut koor dan gerakan liar penonton. Entah karena penonton terlalu lelah setelah menonton Saturday Night Karaoke atau malam yang sudah mulai semakin larut, unit stoner KIEF yang memainkan lagu-lagunya—dan satu cover lagu Slank—dengan groove yang seru dan tata suara yang prima harus disaksikan oleh hanya segelintir orang.

Torpedoest sebagai penampil utama terpaksa mengokupasi panggung ketika jumlah penonton semakin sepi. Unik bagaimana setiap lagu yang dimainkan diberi pengantar layaknya sebuah perkuliahan oleh vokalis/drummer Reza Hilmawan. Semua lagu dimainkan sesuai dengan urutan tracklist pada album ditambah “Damnate the Day” sebagai penutup. Hal yang patut disayangkan adalah bahwa suara vokal Reza Hilmawan tenggelam di bawah suara instrumen lain selama hampir sepanjang Torpedoest bermain. Pesta rilis See the Unseen merupakan sebuah acara dengan line up artis yang cukup baik, tiket dengan harga terjangkau—dibandingkan acara lain di venue yang sama—dengan bonus segelas bir/soda, tetapi sayangnya impresi terbaik justru tidak dibawa oleh penampil utama. [contributor Adam Bagaskara]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response