close

Vague: We Just Wanna Play For Music

1924859_10152514697863248_7205046807622219012_n
vague
vague

Nama trio post-hardcore asal Jakarta satu ini, banyak tercatat dalam ‘Daftar Album Terbaik 2014’. Vague dengan Footsteps nya (jika boleh dikatakan) cukup merajai daftar album terbaik 2014 dari berbagai versi, mulai majalah, blogger, hingga pengamat musik. Selain itu tahun 2014, mereka juga berhasil menyabet The Best Indie-Rock Track dalam perhelatan ICEMA (Indonesian Cutting Edge Music Award) untuk salah satu lagu dalam album yang sama. Dan secara gamblang mereka merasa tidak peduli dengan semua itu, karna yang mereka tau hanya bermain musik. Selengkapnya silahkan simak obrolan WARN!NG berikut ini.

Bagaimana malam tahun baru kalian, menyenangkan ?

Jan (J) : Boring as fuck. Sakit demam gue
Gary (G) : Menyenangkan dan paling berkesan (sejauh ini)
Yudhis (Y) : Lumayan, gue hangout sama beberapa temen aja.

Ketika menjawab wawancara ini, apa yang sedang kalian lakukan ?

J : Sambil nunggu meeting.

G : Sabtu subuh jam setengah lima pagi garuk kepala dan mengelus anjing.

Y : lagi di kantor tapi belum banyak kerjaan, jadi sekalian aja.

Album Footsteps paling sering masuk daftar “Album Terbaik 2014” mulai dari versi Majalah, blog, hingga pengamat musik. Bagaimana tanggapan kalian ?

J : Nggak nyangka juga, tapi nggak segitu pedulinya juga sih. I guess we just wanna play music for fun.

G : Masa sih? Saya tidak terlalu aktif di social media hahahaha jadi kurang begitu tahu informasi seperti ini. Tapi kalau benar adanya, ya disyukuri tentunya.

Y : Ya disyukurin aja masih ada orang yang peduli sama band ini hahaha.

Ditambah kalian juga meraih The Best Indie Rock Track untuk lagu “Inadequate” pada ICEMA 2014 kemarin. Namun kalian menulis “It’s weird. But it happened” pada blog Vague. Apa yang sebenarnya kalian rasakan ?

J : Buat gue pribadi, this is by far the weirdest yet the most awkward moment yang pernah gue rasakan. Kenapa? karena buat gue award itu agak nggak penting, apalagi dengan kategori-kategori yang notabene menurut gue. What the fuck is this shit?! I mean, seriously they have award for noise/experimental musician? gue selalu berpikir this is all horseshit but anyway kaget juga pas di-announce kita menang, so I guess I don’t care about it anyway. It’s cool that we win but I don’t give a rat’s ass about it.

G : Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, saya kurang aktif di media sosial termasuk blog Vague. Tapi yang sebenarnya saya rasakan ketika tahu menang ICEMA adalah… jeng jeng jeng… hayo lho Yudhis (atau Jan) harus memberikan speech seperti Grammy,  eh ternyata nggak pake gini-ginian ya, haha

Y : hehe itu gue yang nulis di blog. Intinya tidak menyangka aja band beginian bisa dapet apresiasi semacem itu. Gue lumayan bersukur malam penghargaannya batal, karena yang dua tahun lalu pakai red carpet dan apa segala itu berlebihan dan nggak perlu sih hahaha. Tapi gue percaya intensinya ICEMA baik, mungkin beberapa aspek di eksekusinya aja yang gue kurang sreg.

Apakah dengan semua pencapaian di tahun 2014 lalu, lantas membuat kalian terbebani atau justru tertantang untuk membuat karya yang lebih dari Footsteps ?

J : Beban apose? dibawa selow aja. Kali-kali di 2015 kita nggak lagi memainkan musik yang kalian dengar di Footsteps. Who knows right?!

G : Mencapai apa ya? Ini masih terkait ICEMA tadi? Kalo saya sih tidak pernah terbebani apa-apa, lagipula beban hidup saya sudah cukup berat, hehe

Y : Tinggal nggak usah dipikirin aja, gampang. Band ini dari dulu tentang musiknya aja kok, gak yang lain-lain.

Permainan kalian di Footsteps tidak lagi sebatas post-hardcore ala Dischords Records. Kalian meluas. Kenapa memilih berbeda dari demo sebelumnya ?

J : Kenapa ya? klo sama-sama aja ya nanti kita cepet bosennya. Gitu aja sih.

G : Waktu demo saya belum ada. eh, jadi mungkin saja ini salah satu alasan mengapa terdengar berbeda.

Y : Semua gara-gara Gary. Pas dia masuk ke Vague dia bilang “Apaan nih, musiknya gak asik ah, bikin lagu delapan menit dong”. Gitu katanya. Eh tapi jawaban serius : progresi natural aja sebetulnya. Apapun yang asik buat kita ya hajar. Musik lebih seru kalo bebas.

vague
vague

Untuk Yudhis sebagai penulis lirik. Apa hal yang membuat kamu merasa begitu marah di 2014 lalu ?

Y : Gary. Punya basis bengal nan jenaka macam dia memang bukan tugas yang mudah. Kalau anda pernah punya mainan magnet yang ditempel di kulkas, nah Gary itu magnetnya, alkohol itu kulkasnya. Susah dilepas. Btw, marah-marah itu gak baik lho, bikin cepet tua.

Untuk Jan dan Gary, apa kalian merasakan hal yang sama dengan apa yang Yudhis tulis dalam lagu-lagu pada album Footsteps ? Atau kalian hanya mengiringi Yudhis berkeluh kesah ?

J : Ya tentu, ada kegetiran tertentu yang tersirat dalam lirik-lirik yang ditulis oleh saudara Yudhis. Cuma kan interpretasi orang bakalan beda-beda lah ya, nggak bisa sama persis. Namanya juga personal. Kalau persoalan kita jadi pengiring atau pendengar atau pendamping atau apalah. We’ll let you guys decide.

G : Tidak juga, sepertinya saya dan Yudhis menjalani kehidupan yang agak berbeda. Mungkin ada sedikit yang secara kebetulan saya rasakan juga, tapi itupun hanya penggalan-penggalan kalimat di beberapa lagu seperti “Inadequate” dan “Fade”. Lagipula semua yang Yudhis tulis sifatnya adalah pribadi (personal), jadi saya yakin dia tidak bermaksud untuk “menyamakan” persepsi dengan saya atau Jan. Bayangkan kalau misalnya Yudhis membuat lirik dramatis dan puitis tentang operasi kelamin bedasarkan pengalaman pribadinya… apakah saya dan Jan harus menumbuhkan payudara atau menghilangkan zakar untuk merasakan hal yang sama agar tidak dihakimi sebagai sekedar pengiring? Ada kejanggalan yang fantastis di dalam konteks pertanyaan anda mas…

Di tahun 2015 ini, kira-kira apa yang sudah menjadi bayangan kalian untuk Vague ?

J : Masih berkabut nih, nggak keliatan apa-apa.

G : Dikatain sell-out, haha

Y : Yang pasti ada rencana buat tur, rilisan baru : split dan 7” single. Dan semoga bisa lebih sering main.

Kasih tahu ke pembaca dong album lokal apa sih yang menjadi favorit kalian bertiga selama 2014 kemarin ?

J : The Kuda – Duka Kuda, Doyz – Perspekti; Antzkilla – Feel Me (Single); Future Collective – #1: Ensemble Instrumental de Musique Contemporaine; Paralerpe – Self Titled dan singlenya Aggi.

G : SATELLITE Spoil of Mass Raw Sound – Discography 1996 – 2011; Lockoff – Fuck the system;  split Milisi Kecoa/Pusher; Wreck –S/T; The Kuda – Duka Kuda

Y : We The People – Big Rush, The Kuda – Duka Kuda, Kompilasi Memobiliasi Kemuakan, singlenya Aggi, MDAE – Lima, Seaside

Wawancara oleh: Alfian Putra

Tags : vague
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.