close

WARN!NG Ngegigs Pandemi Vol. 1

pandemi vol 1

Sudah lebih dari dua bulan saya tidak menyaksikan konser secara langsung. Menonton live streaming yang belakangan diadakan para musisi tidak dapat menggantikan konser langsung sama sekali. Meneriakkan kata maki sebagai pujian pada penampil setelah lagu selesai dan berteriak, “Buruan, woy!” ketika lagu selanjutnya tak kunjung dimulai sekarang hanya bisa tergantikan dengan menulis sepenggal kalimat di kolom live chat. Bahkan bertepuk tangan setelah lagu selesai kini dilakukan hanya dengan satu bentuk emoticon. Belum lagi dipaksa harus berkompromi kebobrokan koneksi internet di Indonesia.

Dalam rangka mengobati kerinduan akan berada dalam kerumunan mosh pit dan mengingat kembali seperti apa rasanya menonton penampilan musik secara langsung, saya mengumpulkan beberapa video konser musik yang saya anggap memiliki kualitas audio dan gambar yang cukup mumpuni. Berikut list WARN!NG Ngegigs Pandemi Vol. 1 untuk menemani kalian hingga pandemi berakhir dan kita dapat berjumpa lagi di tengah kerumunan manusia sambil berdendang ria.

Tutup pintu kamar kalian, putar penuh volume sound system apapun yang kalian punya, dan selamat menonton!

[FULLSET] 2020.01.12 taRRkam

(video oleh: PFvideoworks)

PFvideoworks yang dulu bernama Russian77x mungkin adalah videografer musik solo paling produktif di Indonesia dengan telah menayangkan lebih dari 8000 video di kanal YouTube-nya.

Karena dikerjakan sendirian, video-video di PFvideoworks kebanyakan terlihat seperti fancam. Namun, untuk rekaman Paguyuban Crowrd Surf Vol. 3, kita cukup beruntung. Di Rossi Music Fatmawati, Mas Bram mendapatkan lokasi merekam yang strategis, kita dapat menyaksikan keseruan panggung dan penonton dengan kualitas audio yang cukup baik.

Panggung Paguyuban Crowd Surf Vol. 3 langsung panas ketika taRRkam naik panggung. Musik baru berbunyi dan panggung sudah riuh, terjadi perebutan mikrofon dan koor massal di dua lagu cover pertama. Ape sebagai vokalis bahkan sempat tumbang karena asmanya kambuh.

Dalam video berdurasi setengah jam ini, bisa disaksikan mosh pit yang kacau, oper-operan anggur merah di atas panggung, sampai lempar-lempar kentang goreng di awal lagu “Mahameru Selfie Destroyer”.

 

Kelompok Penerbang Roket – Bodo Amat (Black Teeth Cover)

(video oleh: Berita Angkasa)

Kualitas suara yang terekam dengan ciamik, penonton yang akrobatik, direkam di Camden Bar yang sempit, membuat energi riuh sesak yang terekam membuat kita ikut hanyut dalam keseruannya. Atas alasan-alasan tersebut, video ini jadi lagu “Bodo Amat” versi live favorit saya.

 

Melancholic Bitch Live at SynchronizeFest – 7 Oktober 2017

(video oleh: DemajorsTV)

Band mitos yang untuk mendapatkan tiket konsernya saja susah, sudah dapat kalian saksikan di internet 😊.

Ugo dan kawan-kawan membawakan delapan lagu dari dua album terakhir mereka di video ini. Meski tampil di festival dengan rundown yang ketat, tidak membuat Ugo cs kehilangan dramaturgi mereka di atas panggung. Melbi tetaplah Melbi.

Video ini menjadi satu-satunya rekaman Melbi paska merilis album NKKBS Bagian Pertama dengan kualitas audio mumpuni yang dapat kalian saksikan di internet. Sudah cukup untuk menyaksikan hantu-hantu melankoli yang rencananya akan merilis album ke empat mereka tahun ini. Semoga saja.

 

Sounds From The Corner : Live #2 Seringai

(video oleh: Sound From The Corner)

Sound From The Corner mungkin jadi yang terdepan dalam pengarsipan konser band-band Indonesia dari segi kualitas video dan audio. Sejak kemunculannya di 2012, kanal ini sudah mencuri perhatian netizen. Ketika video Sounds From The Corner : Live #2 Seringai dipublikasikan pada akhir 2012, sepertinya sulit untuk menemukan rekaman konser Seringai dengan audio sebaik ini.

Menonton ulang video ini sepertinya adalah keputusan terbaik yang saya lakukan hari ini.

 

BARAKATAK Live at Indonesia Netaudio Festival 3.0

(video oleh: Indonesia Netaudio Forum)

Panggung yang menjadi titik kembalinya grup pionir musik funkot Indonesia: Barakatak. Bahkan menurut hemat kami, panggung reuni mereka pada 2015 ini membuat musik funkot kembali populer di panggung-panggung musik tanah air.

Lampu yang gemerlap, koreo serentak satu-dua, candaan antar lagu yang lucu nan nostalgis, didukung visual panggung yang nyentrik sudah pasti membuat lagu-lagu barakatak terngiang-ngiang di kepala.

Dan bukannya mustahil, jika suatu saat ketika pandemi COVID-19 berakhir kalian dapat berjoget ria di sebuah bar di kawasan Senoparty diiringi lagu “Maju Maju Maju”.

(WARN!NG/ipal)

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.