close

[Album Review] Young De Brock – Melayang

Young-de-Brock-1
Young De Brock - Siap Melayang
Young De Brock – Siap Melayang

Young De BrockSiap Melayang

Demajors

Watchful Shot: Social Jail ­– Sempak Biru Jingga

Siap Melayang! Ya, album yang unik ini memiliki visual pada kepingan metal dengan foto seorang nenek tua nyentrik berkacamata hitam, membawa botol berisi cairan berwarna merah gelap, sekaligus berbaju kuning kebaya. Inilah album dari Young De Brock, band yang malang melintang selama 8 tahun di dunia permusikan khususnya dunia rock & blues. Band yang dipunggawai oleh Nur “Sabar” Oktaviani (vokal), Satria “La Potty” Trihasadana (gitar), Putra “Babet” Buchori (gitar), Haikal “Akang” Hanifah (bas), dan Rendy “Brendong” Geovashandy (drum) kini berhasil mengeluarkan ‘keperjakaannya’ yang sempat tertunda tepat pada bulan April lalu.

Tak bisa dipungkiri memang, atmosfer rock, blues, dan kasar memberontak yang diciptakan oleh Young De Brock membikin pendengar akan selalu rindu dengan instrumen gitar La Potty & Babet yang sangat menonjol pada lagu pembuka, yaitu “Social Jail” dan sekaligus didaulat sebagai single album. “Social Jail” bercerita mengenai seseorang yang ingin pulang ke kampung halamannya dengan suasana sejuk, dedaunan, dan sawah. Namun, hal yang diinginkan tersebut sangat bertolak belakang dengan realita yang dijalaninya. Young De Brock memilih jalan yang tepat pada “Social Jail” karena lagu ini akan membuat kalian lebih sing along dengan liriknya yang easy listening. Pada nomor kedua kita disuguhi oleh “Tanamur”, energi rock keras yang berselingkuh dengan funk dan blues yang sangat kental di lagu ini.

“Kawalan”, “Sempak Biru”, dan “A Long Day With My Friend Joe” adalah materi lagu yang lebih menonjolkan sisi manis dari Young De Brock yaitu blues & funk. Tak hanya itu, “Mystique Life”, dan “Noise In The Sun” adalah dua lagu yang tak kalah wahidnya jika kalian dengarkan. Lirik lagu yang nakal dan pedas dilanturkan pada kedua lagu ini, kocokan gitar La Potty dan Babet yang disusul dengan gebukan drum Brendong. Membuat kita semakin gerah dan ingin ikut loncat keluar.

Setelah kita dibakar, digoyang, dan diajak untuk sing along oleh 7 track lagu sebelumnya, betotan bas Akang menjadi pembuka dari lagu “Jingga” yang sekaligus menjadi lagu penutup album ini. Single yang kental didominasi dengan nuansa rock, funk, dan sedikit groove ini bercerita tentang kutukan anak manusia yang ketika ia berada di laut pada waktu senja akan berubah wujud menjadi bebek, sedangkan pada saat rembulan datang ia berubah bentuk menjadi serigala. Namun kondisi diatas tidak berlaku ketika ia berada di daratan atau tanah. Yang pasti, setelah munculnya album Siap Melayang, Young De Brock secara resmi telah mengobati rasa rindu telinga pendengar akan persetubuhan music rock mereka yang telah berusia sewindu.

Kontributor: Debby Utomo

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response