close

Berpacu Dalam Semarak Karnaval

a_MG_8427

Come see and listen. Mata dan telinga akan dimanjakan oleh konten-konten acara Indie Clothing Carnival dari Showcase Management. Sesuai tajuknya, karnaval satu ini menghadirkan lebih dari 100 brand clothing ternama seperti Troy, Psychogenic, Soldierside, disamping juga karya-karya komunitas independen semacam tattoo, kerajinan tangan, dan ragam pop culture games. Untuk bentuk pemanjaan telinga tentu saja merupakan urusan band-band yang didaulat menjadi bintang tamu seperti Endank Soekamti, Burgerkill, dan Dead Squad. Setelah sebelumnya sukses digelar di Surabaya, Indie Clothing Carnival ini diadakan pada tanggal 5, 6, dan 7 April di Expo Centre (JEC).

Day 1

Muda-mudi dengan t-shirt bertuliskan ‘Kamties’ menjadi pemandangan umum di venue hari pertama. Menandakan terlibatnya Endank Soekamti sebagai headline, yang didampingi beberapa band seperti Havinhell, Nok37, Orkes Sehat Jiwa, Dream Society, Ras Gokil dll. Satu hal menarik ketika hari pertama Indie Clothing Carnival itu dibarengi dengan sebuah acara fashion show yang menempati gedung yang sama.  Pastikan banyaknya harap bahwa kemeriahan Endank Soekamti dkk tidak menciptakan gangguan bagi penampilan model-model di acara fashion show tersebut.

“Merapat-merapat”, begitulah Rotten (vokal) membuka penampilan NOK37, yang disambut dengan kemunculan massa hip hop seketika diantara dominasi Kamties Family. Sayang baru satu lagu diputar, sudah sempat terjadi perkelahian kecil di kerumunan.

Usai Nok37 menuntaskan tugas mereka, giliran Havinhell mengawali aksi dengan “I Dont Care”. Adalah 8 track yang disuguhkan oleh trio sweet punk tersebut, termasuk lagu dengan varian akustik-harmonika, “Ceria Kebersamaan”.

Gedung JEC bergetar, mengikuti chant “oo..oo..oo..” dari kamties menyambut kemunculan Erix, Dori, dan Ari Soekamti. Trio yang masih hangat dengan album Angka 8 nya itu  ampuh menggilas antusiasme Kamties Family. Sebelas tembang seperti “Audisi”, “Asu Tenanan”, “Badajidingadan”, “Mantan Jadi teman” hingga “Selamat Tahun Baru” memacu intensitas keramaian hari pertama. Sayang kemeriahan itu turut dinodai dengan beberapa momen perkelahian, serta banyaknya barang hilang diantara penonton.

Day 2

Tak berbekasnya para kamties yang mendominasi venue pada pagelaran hari pertama bukan berarti menegaskan hari kedua untuk sepi pengunjung. Ribuan pengunjung tetap silih berganti berdatangan. Sebagian dari mereka siap untuk menikmati pengisi panggung hari kedua, terutama tiga headline utama yaitu Burgerkill, Closehead, dan Captain Jack.

Band beraliran emo-metalcore, Captain Jack menunjukan kegemparan crowd yang pertama.. Mereka hadir dengan beberapa lagu seperti “Tak Ada Klaim Atas Aku”, “Tak Sama Adalah Pilihan”, serta single baru “Tak Ada Yang datang” yang berhasil mengundang sing along yang cukup pecah.

Berdomisili di kota Bandung, band  pop punk Closehead  kini sukses ditampilkan di panggung kota pelajar ini. Meski pada hari sebelumnya sempat bermain di salah satu spot kota Yogya, namun lagu-lagu seperti “Berharap Berarti”, dan “Selamat pagi terang” tetap tak kesulitan membuat penggemarnya kembali berjingkrak-jingkrak.

Moshpit lebih besar tercipta ketika headline utama  hari kedua, Burgerkill membantai gendang telinga penonton dengan gamparan distorsi yang parah. Serupa dengan Closehead, salah satu band cadas terbahaya tanah air ini  juga sempat menggelar sebuah acara di Yogyakarta pada hari sebelumnya. Sebuah pemutaran film dokumenter Burgerkill berjudul We Will Bleed yang kini mungkin bisa dikatakan sedang menempati ‘box office’ nya dunia metal. Diawali “Darah Hitam Kebencian”, Ebenz dkk menutup hari kedua dengan track lawas, “Atur Aku” dan “Tiga Titik Hitam”

Day 3

Bersama hujan yang tak kunjung reda dari siang hari, pagelaran Indie Clothing Carnival hari ketiga tetap berlangsung semarak. Sesuai dengan dominasi performer berkarakter musik metal yang dijadwalkan bermain hari itu, area JEC disituasikan oleh para metalheads dan HC kids. Headline pertunjukan penghabisan malam itu ialah Deadsquad, Knockdown, dan Down For Life.

Band dari kota sebelah, Down For Life menduduki panggung tepat jam 8 malam sehabis penampilan ‘panas’ dari Nocturnal Kudeta, dan Morbitual. “Jogja selalu luar biasa kawan”, sapa dari Stephanus Adjie (vocal) sebelum ‘memesan’ sebuah moshpit besar ditengah area pasukan babi neraka (penggemar Down For Life)  lewat “Pesta Partai Barbar”.

Usai Down For Life mengakhiri penampilannya, penghuni moshpit pun beralih tangan ke antusiasme hardcore kids jogja pada salah satu band hardcore yang sedang menanjakan eksistensinya, Knockdown. Meski sound dari speaker sempat sedikit ‘berulah’ namun tujuh buah lagu sukses dihantamkan.  Diakhir penampilan, Knockdown meminta foto bersama di panggung dengan latar belakang crowd malam itu.

Aksi death metal dengan lapis teknikal, Deadsquad, didaulat menjadi aktor penutup malam itu. Kelamnya gemuruh distorsi sudah terasa semenjak lagu pertama, “Pasukan Mati”. Duet Stevie Item, dan Coki Bollemeyer tetap menjadi duet pemain gitar metal yang paling tersohor sekaligus diwaspadai di tanah  air. Tak ada yang luput pada “Dominasi Belati”, “Patriot Moral Prematur”, atau “Sermon Of Deception”. Penampilan mereka sempat terhenti di lagu ke 8, “Manufaktur Replika Baptis”. Namun audiens belum mengamini kata ‘sudah’ sebelum sebuah encore, “Horror Vision” akhirnya benar-benar menyudahi keseluruhan pagelaran Indie Clothing Carnival di Yogyakarta. [Warning/Soni]

 

Event by: Showcase Management

Venue : Jogja Expo Center (JEC)

Man Of The Match :Bintang tamu yang selalu menjanjikan keramaian dan crowd  yang  semarak.

Rating : ●●●

Date : 5,6,7 April 2013

 foto-foto konser ini bisa dicek disini

a_MG_8162
[Warning/Noor]
warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.