close

[Album Review] Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku

Dialog DIni Hari
Dialog DIni Hari
Tentang Rumahku

Dialog Dini Hari – Tentang Rumahku

Rain Dogs Records

Watchful Shot : 360 Batu, Tentang Rumahku, Aku dan Burung

[yasr_overall_rating size=”small”]

Tentang Rumahku bukan album yang berbasuh melankoli pengalaman ‘pulang’ yang mendayu-dayu. Musiknya ramah di telinga, tanpa kehilangan kedalamannya. Album ini mungkin adalah usaha untuk menerjemahkan rumah, yang kesederhanaannya selalu menimbulkan rasa serumit rindu. Tentang ruang yang kaya dengan serpihan rahasia dan kenangan yang berserakan di teras, di ruang tamu, atau mungkin di balik pintu.

Lebih dari sekedar membicarakan sebentuk bangunan tempat kita tumbuh, lagu-lagu di album ini juga membicarakan ‘rumah’ di dalam diri kita. Tempat dimana kejujuran dan perasaan ditelanjangi, dimana kedamaian bisa memunculkan kebahagiaan yang ajaib. Yang harfiah dan yang metafora. Lewat lirik deskriptif di nomor “Tentang Rumahku” misalnya, pulang adalah menuju sebuah rumah di ujung bukit karang yang berbatu. Namun lewat “Temui Diri”, pintu ‘rumah’ kita yang lain diketuk Dadang Prananto dengan lirik kontemplatif serupa “Noda noda hati/menyingkirlah/lahir kembali bersihkan jiwa”.

“360 Batu” dengan kejutan choir di tengah lagunya menjadi permulaan yang mengikat telinga untuk menikmati seluruh isi keping CD ini. Total ada 11 lagu di album Tentang Rumahku. Dibanding seluruh rilisan sebelumnya, warna musik Dialog Dini Hari di album ini terasa lebih ringan dan ceria. “Tentang Rumahku” dan “Temui Diri” menyuara bersandingan setelah itu.

Dan ternyata Dialog Dini Hari mendapat cukup banyak tamu yang membuat musiknya semakin kaya. Beberapa nama musisi dari band lain dilibatkan dalam pembuatan album ini. Seperti Ricky Surya dari White Shoes And The Couples Company (WSATCC) yang bermain cello di nomor “Dariku Tentang Cinta” dan “Aku dan Burung”. Gesekan cello di nomor “Aku dan Burung” membuat suasana lagu cukup sendu. Perhatikan juga bagaimana di lagu ini Dialog Dini Hari mewakili kita semua yang terlalu berusaha membangun ‘rumah’ berisi segala kemulukan, yang akhirnya malah terasa mengurung kita. “lihatlah diriku tanpa warna/ tertawa pilu haru gempita/ aku tidaklah bebas sepertimu/ terjebak dalam sangkar yang kubangun.

Lalu ada “Lagu Cinta” yang menyuara manis. Hasil petikan gitar yang diramu dengan tiupan seruling dan akordeon yang melengkapi duet apik antara vokal Dadang dan Kartika Jahja. Nomor lain seperti “Di Balik Pintu”, “Gurat Asa” dan “Hiduplah Hari Ini” juga tidak boleh dilewatkan. Seperti obrolan sore bersama orang rumah sambil minum teh : ringan, hangat, dan menyenangkan. Ada juga aransemen baru dari lagu “Jalan Dalam Diam” yang sebelumnya sudah dirilis sebagai single oleh trio asal Pulau Dewata ini. Tentang Rumahku diakhiri dengan satu-satunya lagu dengan lirik bahasa Inggris di album ini, “The Road”.

Desain sampul album ini juga mengingatkan pada mahakarya kita saat kecil di tembok rumah. Warna kuning yang kekanak-kanakan dan gambar-gambar yang seolah ngasal dan sederhana, tapi padanya ada cerita-cerita, tentang rumah, dan tentu saja tentang diri kita. [WARN!NG/Titah Asmaning]

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.