close

[Movie Review] Extremely Loud and Incredibly Close

extremely-loud

What : Extremely Loud and Incredibly Close

Director : Stephen Daldry

Genre : Drama

Tahun : 2011

 0106_loudclose

                                          Oscar dan Permainan dalam Kehidupan

Permainan sering dihubungkan dengan aktivitas bermain dimana dua sisi kejadian, yakni menang dan kalah terjadi. Akan tetapi, permainan dapat dilihat lebih jauh daripada sekedar persoalan tersebut. Permainan bisa dirasa sebagai proses mengarah pada sebuah tujuan. Unsur proses lebih penting di sini dibandingkan dengan tujuan yang ingin dicapai. Penyebabnya karena tujuan tidak selalu sama seperti harapan meski berbagai upaya (proses) telah dilakukan untuk mencapainya. Pada akhirnya, tidak ada yang sia-sia bila sang pemain menang atau kalah jika ia telah berproses dengan baik dalam rangka meraih hasil akhir.

Menariknya, permainan seperti di atas berlangsung pula di kehidupan manusia. Manusia adalah para pemain yang mempunyai perbedaan cara untuk mencapai tujuan. Ketika permainan telah dimulai, terdapat beberapa pemain yang terus melangkah sembari mencari cara agar sampai di garis akhir. Sebaliknya, ada pemain yang memutuskan untuk berhenti dari permainan dengan berbagai alasan. Beberapa pemain menganggap dirinya tidak berguna ketika ia gagal mencapai tujuan. Mereka lupa bahwa permainan bukan melulu soal hasil tetapi proses. Oleh karena itu, tidak ada yang sia-sia jika para pemain itu telah berproses meski ada pemenang dan ada yang kalah di akhir permainan.

Permainan dalam kehidupan di atas dirasakan oleh Oscar Schell dalam film Extremely Loud and Incredibly Close. Film buatan sutradara Stephen Daldry itu melibatkan tokoh utama, yaitu Thomas Horn (Oscar Shell), Tom Hanks (Thomas Schell), dan Sandra Bullock (Linda Schell). Film produksi tahun 2011 tersebut bercerita seputar pencarian Oscar akan gembok yang cocok dengan kunci peninggalan ayahnya, Thomas Schell yang meninggal saat kejadian WTC. Oscar menemukan barang itu dalam amplop coklat bertuliskan nama “Black” ketika ia memecahkan sebuah vas biru di kamar ayahnya. Sejak itu, Oscar mencari alamat semua orang bernama Black di kotanya dan pergi menemuinya satu per satu. Keinginan Oscar melupakan kenangan buruk akan kematian Thomas membuat ia tidak berhenti mencari keberadaan gembok tersebut. Oscar berusaha menemukan apa yang diinginkan ayahnya terhadap dirinya.

Thomas pernah membuat permainan bersama Oscar tentang warga Distrik 6. Namun, permainan itu tidak selesai karena Thomas meninggal. Perhatian Oscar pun beralih pada kunci peninggalan ayahnya. Pencarian kunci itu selanjutnya menuntun Oscar masuk ke dalam permainan yang tidak sengaja diciptakan oleh Thomas. Di tengah upaya pencarian, Thomas ditemani oleh seorang laki-laki tua yang belakangan diketahui sebagai kakeknya. Meski berulang kali gagal, Oscar tetap tidak menghentikan pencariannya. Ia kerap berbohong pada ibunya, Linda agar ia diperbolehkan keluar untuk mencari 216 alamat tempat tinggal orang bernama Black.

Akhir cerita perlahan menampakkan hasil dari permainan yang dilakukan Oscar. Satu per satu jawaban mulai terkuak. Kenyataan bahwa kunci tersebut diwariskan untuk orang lain dan bukannya Oscar membuat ia sedih. Akan tetapi, perjalanan menemukan jawaban kunci warisan tersebut membikinnya sadar akan banyaknya pelajaran yang ia peroleh. Kesadaran itu semakin diperkuat oleh surat dari Thomas yang Oscar temukan di tempat di mana mereka pernah berbicara berdua.

Selain menampilkan acting yang menarik, film ini sarat akan nilai soal permainan dalam kehidupan. Tidak tanggung-tanggung, permainan itu dijalankan oleh seorang anak SD yang kehilangan sosok ayahnya. Faktanya, permainan serupa dilakukan oleh semua manusia yang hidup di dunia ini. Berbagai cara dipilih oleh mereka –apakah jalan terus atau mundur, apakah mementingkan proses atau hasil. Namun, bagi Thomas dan Oscar, hidup itu adalah pencarian dan proses yang tidak pernah berhenti. [ Warning/Nindias Khalika]

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.