close

[Review Buku] Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda

sasas

Penulis                 : Ernst H. Gombrich

Penerjemah       : Elisabeth Soeprapto-Hastrich

Penerbit              : Marjin Kiri

Tahun Terbit      : November, 2015

Jumlah hal.         : xxii + 368

Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda
Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda

 “Aku ingin pembaca buku ini merasa santai dalam menelusuri sejarah, tanpa harus membuat catatan atau menghafalkan nama-nama dan tahun-tahun. Dan aku berjanji  tidak akan memberi ujian atas apa yang mereka baca” – Ernst Gombrich

Bagi sebagian orang, belajar sejarah merupakan sesuatu yang menjemukan. Sewaktu masih duduk di bangku sekolah kita banyak dijejali hafalan untuk mempelajari hal ini. Kita dituntut untuk mengetahui rincian dari sebuah peristiwa masa lampau tersebut. Entah itu waktu, tempat, tokoh, maupun keberlangsungan perisitiwa itu. Untuk memahaminya mau tidak mau kita harus membaca. Setidaknya, kita membaca buku pelajaran yang direkomendasikan oleh pihak sekolah. Memang menurut saya pribadi, buku pelajaran khususnya sejarah semasa waktu sekolah dulu sangat jenuh untuk dibaca. Kita hanya disuguhi deskripsi-deskripsi singkat mengenainnya. Bukan berupa narasi yang nyaman untuk dibaca. Alhasil, kita hanya menjadi sebuah mesin penghafal. Saya yakin, banyak dari kita yang hanya membacanya karea ujian esok hari, kemudian lupa. Secara tidak langsung ada sebuah kegagalan pemahaman pelajaran ini di sekolah-sekolah.

Dampaknya sudah jelas, anak-anak sekolah menjadi malas untuk membaca. Materi yang banyak serta penjelasan yang rumit membuat anak-anak ingin sekali menjauhinya. Sekuat apapun doktrin untuk membaca yang ditanamkan sekolah mereka cenderung untuk menghapal daripada memahami isi dari buku tersebut. Ini memang menjadi masalah yang kurang diperhatikan dunia pendidikan kita. Mereka hanya selalu bereksperimen pada kurikulum.

Buku bacaan memang banyak beredar namun yang menarik untuk dibaca khususnya untuk usia pemuda merupakan barang langka. Indonesia mungkin memerlukan sosok seperti Ernst H. Gombrich untuk permasalahan ini. Bukunya yang berjudul Eine Kurze Welgeschichte fur junge Lesseratau dalam bahasa Indonesia Sejarah Dunia untuk Pembaca Muda boleh dibilang salah satu buku sejarah paling menarik untuk dibaca. Bukan karena isi materi ataupun tema yang dibawakan, melainkan gaya penyampaian yang sederhana, mudah dimengerti oleh pembacanya. Anda akan dibawa ke dalam sebuah narasi yang membahas sejarah-sejarah penting di dunia.

Kisah pembuatan buku ini berawal ketidakpuasan Gombrich melihat buku ilmu pengetahuan untuk anak di kala itu. Waktu itu seorang rekannya yang bekerja sebagai editor di penerbitan menawarkannya pekerjaan untuk menerjemahkan buku bahasa bacaan bahasa Inggris ke dalam bahasa Jerman. Rekannya merekomendasikan salah satu buku ilmu pengetahuan anak. Gombrich merasa kurang terkesan dengan buku tersebut dan ia bicara kepada penerbit tentang tidak bermanfaatnya buku semacam itu. Gombrich mengatakan kepada penerbit tersebut bahwa ia mampu mebuat membuat buku semacam itu yang lebih baik. Penerbit pun meminta Gombrich untuk memberikan contoh satu bab seperti ada yang pikirannya. Penerbit itu pun terkesan dengan contohnya dan ia memberikan waktu pada Gombrich selama enam minggu untuk merampungkan keseluruhan naskah. Walaupun dengan waktu yang singkat ia berhasil menyelesaikan buku tersebut sesuai waktu yang ditentukan. Ia tidak pernah menduga bahwa buku pertamanya yang terbit tahun 1936 mendapat antusiasme yang luar biasa. Pun dengan keraguan di kala itu bahwa Gombrich bukanlah seorang guru ataupun ahli ilmu sejarah. Latar belakang pendidikan Gombrich adalah sejarah seni rupa.

Ditulis dengan bahasa obrolan yang akrab serta penjelasan yang tidak rumit membuat anda tidak mudah bosan membaca buku ini. Anda akan terus membaca dari sebuah bab ke bab yan lainnya tanpa terasa anda sudah menamatkan. Gombrich mampu menjelaskan hal-hal yang rumit seperti kondisi sistem moneter abad pertengahan atau revolusi Industri dengan bahasa yang mudah dipahami. Dalam buku ini Gombrich sendirilah yang memilah-milah sejarah dunia apa saja yang ia akan tulis dibukunya.

Bertitik tolak dari keadaan zamannya, Marx mengatakan bahwa sesunggunya tidak ada lagi penenun, pembuat sepatu, atau juru besi. Pekerja tidak perlu memahami yang dihasilkan oleh mesin yang dioperasikannya dengan menekan tuas dua ribu kali sehari. Bahkan pemilik pabrik tidak perlu ahli di bidang produksinya, sebab semuanya dikerjakan dengan mesin. Marx menyimpulkan tidak ada lagi lapisan masyarakat yang dibedakan menurut pekerjaan masing-masing, melainkan pada dasarnya hanya ada dua jenis atau kelas manusia yang berpunya dan yang tidak berpunya, atau menurut istilah Marx: kaum kapitalis dan kaum proletar.”(hal. 321)

Begitulah salah satu penggalan paragraf dari buku ini yang mencoba menjelaskan konsep pemikiran Marx yang terkenal mengenai kapitalisme. Ia menjelaskan salah satu pemikiran Marx dengan sederhana. Dengan pembahasaan seperti demikian, saya yakin khalayak dapat memahami pemikiran ini dengan mudah. Tidak perlu bersusah payah untuk mencerna.

Setelah membaca buku ini, kita sadar bahwa mempelajari sejarah bukanlah sesuatu yang rumit. Gombrich menyulap buku sejarah yang umumnya membosankan menjadi sesuatu yang sangat enak dinikmati. Menurut saya sangat beruntung bagi anak-anak dikenalkan dengan buku seperti ini. Tidak hanya untuk anak, buku ini pun sangat layak dibaca bagi anda yang berusia dewasa. Buku ini menjadi rekomendasi yang bagus bagi anda yang ingin mulai membiasakan diri untuk membaca. [Rifky Afwakhowir]

 

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response