close

Seni dari Solo Untuk Gaza

1000 lilin solo
1000 lilin solo
1000 lilin solo

Gerimis tak menjadi halangan bagi segerombolan anak muda yang rela berjubel bukan untuk antrian diskon lebaran, melainkan untuk menyaksikan acara solidaritas kemanusiaan. Malam dimana tepat sehari sebelum pengumuman rekapitulasi hasil pilpres 2014 dikumandangkan, mereka berkumup di taman Sriwedari kota Solo.

Mereka yang mengatasnamakan Antar Lintas Komunitas Solo menjadi mesin penggerak atas perhelatan acara 1000 Lilin Dari Solo Untuk Gaza. Acara kemanusiaan yang didedikasikan untuk saudara-saudara sesama manusia di Palestina. Komunitas Solo Blues Rock, Gudang Hip-Hop Solo, Slanker Club Solo, dan sederet kelompok musik kota bengawan seperti Merah Bercerita dan Sisi Selatan serta kelompok seni lainnya yang turut ambil bagian dalam acara amal ini.

Meski acara molor, penampilan atraktif dari barongsai Karunia Maha Kuasa sukses membuka acara sekaligus menjadi penutup romantisisme hujan malam itu. Kemudian dilanjut oleh penampilan dari sekelompok perempuan-perempuan serba tanggung yang menari-nari sambil mengenakan kaos bertulisakan JKT48, mereka adalah SLR 48 atau SoloRaya 48. Namun grup ini masih terlalu tanggung untuk disebut dancer.

Beberapa menit setelah itu setiap penonton yang hadir diberikan satu lilin oleh panitia untuk dinyalakan bersama dalam rangka substansi acara. Yakni berdoa untuk saudara-saudara sesama manusia yang ada di Palestina. Sang pemimpin doa mengatakan bahwa seremoni ini bukan untuk merenungkan kesedihan, tapi sebagai selebrasi kemerdekaan untuk tanah Palestina. Ia juga berharap acara semacam ini menjadi acara terakhir agar dunia menjadi damai. Dalam suasana temaram, para penonton dan pengisi acara serempak menyanyikan salah satu tembang dari mendiang legenda Pop untuk dunia yang lebih indah. Heal the world, make it better place / For you and for me and the entire human race~

Setelah ritual seribu lilin, band metalcore asal Wonogiri, Sisi Selatan mengambil alih panggung. Meski hanya mendapat jatah satu lagu, tapi mereka berhasil memberi energi baru bagi audience. Saking terlalu energiknya, penampilan singkat dari Teater Terkam hanya samar terbaca. Dialognya kalah lantang dengan suara-suara penonton. Tapi kemudian Gudang Hip-Hop Solo (GHS) berhasil melonjak-lonjakkan para hadirin melalui dua lagu yang dibawakannya.

Pengisi terakhir merupakan sekumpulan pendongeng yang memainkan musik pop-reflektif, Merah Bercerita. Mereka hanya membawakan dua lagu, tetapi pentolan band ini, Fajar Merah dengan lantang mengingatkan solidaritas untuk kemanusiaan dimana saja, tak hanya di Palestina. Ia mengajak penonton semua untuk menolak lupa atas peristiwa-peristiwa kemanusiaan yang terjadi di Sidoarjo atau Papua, misalnya.

1000 lilin dari Solo untuk Gaza ini berhasil menghimpun dana sekitar 6 juta lebih dari hasil donasi yang terkumpul. Solidaritas para pelaku seni di Solo ini patut di apresiasi. Namun yang disayangkan, acara ini harus diberhentikan tidak lebih dari jam 22.00. Sehingga selepas jam malam, kerumunan manusia yang sudah kadung terkumpul di plasa Sriwedari ini perlahan membuyar, memecah diri satu persatu untuk pulang dengan tenang karena sudah beramal. [Gunawan W.]

.

Event by : Antar Lintas Komunitas Solo

Date : 21 Juli 2014

Venue : Plasa Sriwedari, Solo

Man of the Match : Merah Bercerita yang mempesona

 

 

warningmagz

The author warningmagz

Leave a Response

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.